Mengatasi Kemacetan Lalu-lintas.
Kemacetan lalu lintas di Indonesia, terutama di Jakarta. Sekarang sudah mencapai tahapan yang sangat memprihatinkan, terutama pada jam-jam sibuk. Hampir setiap hari warga kota yang berpergian menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kendaraan, dengan kata lain waktu terbuang untuk kondisi mengurangi produktivitas. Selain itu, juga meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan sehingga biaya transpor menjadi mahal. Semua hal-hal ini jelas merugikan negara secara ekonomi, yang seharus biaya tambahan tambahan itu bisa digunakan untuk keperluan lain.
Infrastruktur dan manajemen lalu lintas merupakan kunci utama dalam menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas tersebut. Beberapa tahapan yang mungkin perlu dipertimbangkan antara lain:
1.Membatasi lama atau masa pemakaian kendaraan.
2.Menetapkan kuota penjualan mobil yang bersifat konsumtif untuk pasar dalam negeri, berdasarkan3. kondisi masing-masing daerah, dengan diimbangi insentif pemerintah terhadap produksi untuk pasaran ekspor.
3.Menata transportasi massal secara menyeluruh dan terpadu, terutama di kota-kota besar utama, seperti subway, monorel ataupun bus.
4.Memperbaiki infrastruktur jalan raya, termasuk juga pengaturan pedestrian.
5. Manajemen lalu lintas yang up to date secara konsisten. Misalnya apabila arus lalu lintas tidak memungkinkan untuk 2 arah, sebaiknya 1 arah saja. Hal ini dapat menurunkan titik-titik konflik di persimpangan jalan, sehingga menurunkan waktu tunggu antrian kendaraan.
6.Untuk stasiun kereta api tujuan luar kota sebaiknya relnya terpisah dari kereta yang melayani perkotaan, sehingga jadwal-jadwal kereta dalam perkotaan bisa diatur konsisten dan tepat waktu.
7.Memperbaiki infrastruktur lain seperti membangun instalasi pembuangan limbah terpadu dan drainase, karena sebagian kemacetan disebabkan oleh genangan air.
8.Membangun tim manajemen lalulintas yang handal yang beroperasi selama 24 jam.
Bus kota dengan kondisi yg jelek dan tua apalagi sudah bulukan dan asap nya hitam mengepul, sudah waktunya di ganti dengan armada bus yang baru dan memakai AC, kenapa ? Karena dgn membayar sedikit lebih mahal, pengguna jasa angkutan bus kota tentu akan lebih senang mendapatkan kenyaman yang lebih, dibandingkan kalau mereka naik angkot. Terlebih namanya ibukota kan harus lebih bagus, termasuk fasilitas umum angkutan kotanya, biar ga malu-maluin donk.
Ganti tiap 10 angkot yg jelek dan sudah tua dengan 1 bis kota yg baru dan ber-AC ,,, atau 5 angkot diganti dengan 1 minibus, terutama utk jurusan yg rawan macet kenapa ? Tentu saja untuk mengurangi volume kendaraan dan mengurangi keruwetan jalan raya dgn penggantian tsb.
Tiadakan jalur busway, percuma ada busway, bukannya menyelesaikan masalah, malah mempersempit lebar jalan, malah tambah macet. Kenapa ? Pertama, utilisasi lebar jalan yg dipake busway tidak sebanding dgn kemacetan yg ditimbulkan. Kedua, lebar jalan di Jakarta sejak puluhan tahun lalu memang tidak dirancang untuk terbagi seperti it
Jalan rusak termasuk salah satu penyebab kemacetan. Jalan yg berlubang-lubang serta rusak otomatis akan memperlambat laju kendaraan, krn kendaraan akan pelan maka menimbulkan penumpukan, shg akan menimbulkan kemacetan. Maka lakukan perbaikan segera thd jalan yg rusak, kenapa jalan gampang rusak, sebab utama adalah air hujan tidak cepat mengalir terbuang karena saluran air / selokan tidak berjalan, design jalan tanpa memperhatikan arah buangan air akan cepat merusak jalan, dan jalan yg berlubang apabila tidak cepat di tambal dan kena air akan lebih cepat rusak, karena air akan menggenang di lubang, dan merembes ke dalam base jalan, serta memperlemah jalan dari dalam.
Salah satu penyebab kemacetan adalah truck2 besar serta trailer yg melintas didalam kota, maka harus ada ketegasan untuk hal ini, pada jam 7 pagi sampai jam 7 malam dilarang melintasi tol dalam kota, pindahkan ke jalur tol lingkar luar Jakarta atau jalur alternative lainnya. Atau kalau tidak dengan mengenakan tarif tol 2 kali lipat pada rentang waktu tersebut.
Mungkin daripada busway lebih baik monorail, walaupun pastinya lebih besar investasinya, tapi bisa memakai investor untuk ikut berpartisipasi membangun sistem angkutan masal monorail, kalo mengandalkan APBD mungkin akan terasa cukup berat, lagian akan lebih prestisus untuk Jakarta kota metropolitan ibukota negara Indonesia kita. Dibandingkan dengan subway, maka monorail lebih cocok untuk Jakarta yang sudah terlanjur padat dan sesak. Subway membutuhkan investasi yang jauh lebih besar, lebih lama pembangunannya, dimana justru untuk pembangunannya saja pasti akan menimbulkan masalah kemacetan dan sebagainya, apalagi Jakarta yang rawan banjir ini akan semakin sulit menerapkan subway.
Sebenarnya mengapa dalam beberapa ide ini yang saya kedepankan adalah dari sisi kenyamanan pengguna jasa angkutan masal, karena hal ini sangat mendasar, yang dibutuhkan masyarakat untuk angkutan ini adalah angkutan yang murah, nyaman, aman dan lancar. Maka apabila ada pilihan yang lebih baik, kenapa tidak mereka akan menggunakan angkutan yang lebih baik. Kenyamanan dan kelancaran ini akan memicu lebih banyak masyarakat akhirnya memilih angkutan yang lebih nyaman, efeknya akan lebih banyak masyarakat menggunakan sarana transportasi ini, lebih baik menggunakan sarana transportasi umum yang murah tapi nyaman, lancar dan bersih serta aman, daripada naik kendaraan sendiri. Sehingga hal ini bisa menekan laju pertumbuhan pemakaian kendaraan pribadi, angkutan kecil (angkot) yang akhirnya akan mengurangi kemacetan. Jadi bukannya ini yang diidam-idamkan masyarakat Jakarta bukan ?
Dengan adanya internet dan perkembangannya yang semakin maju pesat, kelak 10 atau 20 tahun kedepan, orang tidak perlu menyesaki jalan raya hanya untuk berangkat dan pulang kerja. Menjadikan jalan macet, memaksa pemerintah membuat jalan – jalan baru yang banyak menyita lahan, pemborosan bahan bakar, yang jumlahnya semakin menipis. Kelak orang tidak perlu berangkat ke kantor, untuk melakukan pekerjaan kantor yang bisa dikerjakan di rumah, seperti urusan administrasi, pembukuan, membuat perencanaan dan disain, dlsb, orang tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk mengisi daftar absen, yang kaitannya dengan gaji. Banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, jika semua komputer telah terkoneksi dengan sambungan internet. Semua jaringan komputer online. Pegawai tinggal meng-upload pekerjaannya yang telah diselesaikan dari komputer di rumah ke komputer induk di kantornya masing-masing. Sebagai contoh, pekerjaan perbankan seperti untuk transfer atau pengiriman uang saat ini sudah bisa diakses dari rumah hanya dengan memanfaatkan layanan data dari telepon seluler menggunakan m-Banking. Bank tidak lagi mengharuskan semua pegawainya setiap hari datang ke kantor, kecuali sebagian urusan yang memang harus bertatap muka dengan nasabah.
Kelak jalan raya lebih banyak di isi kendaraan cargo, atau paket hantaran. Karena untuk transaksi jual beli bisa dilakukan dari rumah, Ini sudah dirintis oleh perusahaan eBay, sebuah web yang melaksanakan jual beli secara online. Jalan raya diisi orang-orang yang berlibur atau sekedar jalan-jalan, tidak lagi dipenuhi orang yang serba terburu-buru.
Menghambat Arus Urbanisasi.
Banyak orang tidak perlu lagi berbondong-bondong pindah ke kota, hanya untuk mencari pekerjaan. Banyak orang yang jenuh tinggal di kota yang kumuh dan sesak, lebih memilih tinggal di pedesaan, orang lebih banyak yang tinggal di desa di kampungnya masing-masing, meskipun mereka menjadi pegawai yang kantornya di kota.
Mengatasi Global Warming.
Global warming atau pemanasan global, salah satunya dipicu oleh polusi udara akibat pembakaran mesin, dan bumi kekurangan pohon yang berfungsi mendaur ulang udara, serta menyerap panas matahari. Seandainya hutan beton bangunan-bangunan di perkotaan di runtuhkan dan dikembalikan bentuknya menjadi hutan pepohonan, niscaya global warming akan teratasi. Saat ini jumlah pohon semakin sedikit, akibat ditebangi dan lahannya dijadikan perkotaan.
Sementara ini yang menjadi masalah adalah cara meminimalkan kejahatan di dunia internet. Semoga orang menyadari pentingnya internet dan tidak lagi disalahgunakan untuk ajang kejahatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar