Kamis, 30 Mei 2013

Politik Indonesia

                Politik Menurut Ramlan Surbakti  (1999 : 1) bahwa definisi politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Dapat disimpulkan bahwa politik merupakan merupakan salah satu sarana interaksi atau komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga apapun program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah sesuai dengan keinginan-keinginan masyarakat dimana tujuan yang dicita-citakan dapat dicapai dengan baik. Pengertian komunikasi penulis sederhanakan secara umum sebagai “hubungan” atau kegiatan upaya interaksi manusia dengan lembaga dan dapat bersifat langsung atau tidak langsung (melalui perantara/media masa), bisa bersifat vertical dan horizontal. Hal itu didukung pula oleh pendapat Kosasih Djahiri (2003 : 31) bahwa komunikasi adalah : “Suatu proses (proses, reaksi atau interaksi) dan merupakan produk dari pada kemampuan manusia/lembaga pelaku yang bersangkutan”. Dengan kata lain komunikasi adalah jantung dari kehidupan manusia dan masyarakat serta merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dimiliki manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa proses dan kegiatan ini manusia/ kelompok yang bersangkutan akan diberi gelar oleh kelompok lainnya “apatis dan asosial”.

                Dilihat dari pengertian dan tujuan dari politik dan komunikasi di atas dapat dilihat bahwa politik merupakan sebuah sarana yang sangat baik bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya politik dan komunikasi yang baik antara rakyat dengan para penyelenggara Negara dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan juga  memiliki dampak positif yang luas dan dapat dirasa oleh rakyat. Namun, sejalan dengan perkembangannya, politik sudah tidak digunakan sebagaimana mestinya yaitu sebagai wadah untuk mendengarkan aspirasi rakyat, sekarang politik sudah tidak lagi berdasarkan hati nurani, melainkan dikendalikan oleh uang, politik sudah menjadi sarana bagi para pemegang kekuasaan dan pemangku kepentingan untuk memberikan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu tanpa memikirkan kerugiannya bagi rakyat secara menyeluruh. Dari sinilah saya memiliki pemikiran bahwa saya tidak akan terjun ke dunia politik. Pemikiran saya ini berdasarkan pada kenyataan yang ada sekarang dan juga pandangan saya terhadap manajemen di dalam dunia pemerintahan (politik) yang tidak baik, dimana pemerintah dan para penyelenggara lainnya ikut campur tangan dalam terbentuknya “politik tidak sehat” atau “politik hitam”. Menurut saya hal ini disebabkan karena budaya korupsi yang telah “menginfeksi” seluruh lini pemerintahan, sehingga tidak mudah bagi orang-orang yang ingin masuk dan mengubah semuanya. Penindakan yang tidak tegas juga terlihat dari pembiaran yang dilakukan oleh para aparat Negara yang seharusnya melakukan penegakkan keadilan dan hukum. Saya tidak ingin membuat diri saya menjadi salah satu penyebab keterpurukan bangsa dan penderitaan rakyat. Saya lebih memilih untuk mengabdi pada rakyat namun tidak dengan ikut di dalam “lingkaran setan” politik, karena menurut saya tidak akan mungkin kita bisa mengabdi kepada rakyat dan menjadi orang yang berguna jika kita masuk ke dalam lingkungan yang sudah memiliki budaya seperti diatas. Tetapi dengan keadaan seperti ini saya tetap berharap adanya perubahan besar dan kesadaran dari orang-orang yang berpolitik, sehingga Negara ini dapat berkembang dengan baik, dan tetap berpegang pada tujuan awal adanya system politik, yaitu menjadi wadah bagi aspirasi rakyat dan membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat tanpa adanya pengaruh dari pihak-pihak yang memliki kepentingan tertentu.

I, Robot (Ketika Teknologi "Menyerang" Manusia)


Pada tahun 2035, sebuah perusahaan bernama U.S.Robotics mengembangkan suatu teknologi terbaru berupa Robot yang dapat mematuhi perintah, membantu manusia di bidang rumah tangga, mapun bisnis dan juga bisa melindungi manusia dari kejahatan. Robot itu dinamakan Robot NS-4. Robot ini diciptakan dengan mengacu pada 3 Hukum yang dibuat oleh Dr. Lanning yaitu :


Law I   
            A ROBOT MAY NOT INJURE A HUMAN BEING OR, THROUGH INACTION, ALLOW A HUMAN BEING TO COME TO HARM.
Law II
            A ROBOT MUST OBEY ORDERS GIVEN IT BY HUMAN BEINGS EXCEPT WHERE SUCH ORDERS WOULD CONFLICT WITH THE FIRST LAW.
Law III
            A ROBOT MUST PROTECT ITS OWN EXISTENCE AS LONG AS SUCH PROTECTION DOES NOT CONFLICT WITH THE FIRST OR SECOND LAW.

            Di kala hampir semua manusia menggantungkan hidupnya kepada robot, ada seorang detektif bernama Spooner yang sangat membenci dan tidak percaya kepada robot, dia memiliki keyakinan bahwa pada suatu saat robot akan memberikan dampak yang tidak baik bagi manusia.  Karena kebenciannya dan prasangka buruknya terhadap robot kian tak terbukti itu dia mendapat teguran dan ejekan dari rekan serta atasannya di kepolisian California, namun semua itu tidak mematahkan anggapannya bahwa suatu saat robot akan membahayakan manusia.
            Sampai suatu ketika, sang detektif mendapatkan Dr.Lanning telah meninggal karena terjatuh dari ruang kerjanya dan menemukan sebuah pesan berupa hologram dari Dr.Lanning. Dia mencurigai bahwa Dr.Lanning meninggal bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh oleh sebuah robot bernama Sonny yang merupakan inovasi terbaru USR yaitu Robot NS-5. Dengan berjalannya waktu dia menemukan ada kejanggalan pada Sonny yang berbeda dengan ribuan robot NS-5 lainnya. Sonny dapat bermimpi, belajar, dan memiliki perasaan. Sampai suatu ketika semua robot NS-5 menghancurkan robot NS-4 dan melakukan Revolusi besar-besaran. Semua robot itu tidak lagi dapat dikendalikan oleh manusia karena mereka telah dikendalikan sepenuhnya oleh V.I.K.I (Virtual Interactive Kinetic Intellegence) yang melanggar semua aturan karena perkembangan pikirannya yang tidak lagi di awasi, sehingga menyimpang dari 3 hukum yang telah dibuat oleh Dr. Lanning. Saat itulah semuanya percaya pada semua kata-kata Detektif Spooner bahwa robot akan membahayakan manusia. Dengan bantuan Sonny dan Dr.Calvin (seorang ahli teknologi modern dan psikiater USR), akhirnya Detektif Spooner dapat menghancurkan V.I.K.I dan semua robot dapat dikendalikan kembali sesuai 3 Hukum Dr.Lanning.

            Dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, memungkinkan manusia menciptakan robot yang bisa mengerti bahasa manusia, mematuhi  perintah manusia dan semua robot hanya di kontrol dari jarak jauh menggunakan sebuah kecerdasan buatan yang disebut V.I.K.I (Virtual Interactive Kinetic Intellegence), pengendalian robot dengan menggunakan V.I.K.I merupakan sebuah pengembangan dari teknologi cloud computing dan ilmu kecerdasan buatan (artificial intelegence). Hal ini membuat Robot menjadi suatu kebutuhan bagi manusia karena bisa melakukan apapun yang diperintahkan manusia tanpa menolak selama tidak melanggar dari 3 hukum yang telah dibuat. Namun ini membuat manusia ingin melakukan segala hal dengan mudah dan sangat bergantung kepada teknologi yang berkembang dimasa itu. Saat hampir semua manusia bergantung pada teknologi, tanpa mereka sadari bahwa teknologi lah yang menguasai mereka dan dengan berjalannya waktu tujuan awal dari penciptaan Robot untuk membantu manusia ini memiliki efek yang berbanding terbalik dari tujuan utama diciptakannya robot-robot itu, robot menjadi ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri, karena suatu kecerdasan buatan yang dibiarkan berkembang dengan caranya sendiri tanpa diawasi sehingga menyimpang, karena sebuah kecerdasan buatan hanya melakukan apa yang telah dibenamkan kepada dirinya tanpa bisa mempertimbangkan efek-efek lainnya kepada manusia, “dia” (V.I.K.I) hanya melihat bahwa manusia membahayakan satu sama lain, sehingga harus ada manusia yang dikorbankan untuk menciptakan perdamaian, padahal anggapan untuk membunuh manusia sudah menyimpang dari 3 hukum yang seharusnya “dia” ikuti. Karena hal itu lah kita sebagai manusia dan sebagai pencipta teknologi tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada teknologi itu sendiri, kita harus tetap lebih mengandalkan kemampuan manusia, dan hanya menggunakan teknologi sebatas hanya untuk membantu tugas manusia, tidak membiarkan sebuah teknologi untuk berpikir dan berkembang sendiri, bahkan sampai menggantikan sosok manusia seutuhnya.            

Rabu, 29 Mei 2013

Chevron untuk Indonesia

Chevron untuk Indonesia

                Chevron adalah sebuah perusahaan tambang minyak dan panas bumi yang berpusat di California, Amerika Serikat dan berdiri pada tanggal 10 September 1879. Chevron merupakan perusahaan tambang minyak dan panas bumi yang besar dan sudah mendunia, dengan demikian chevron memiliki pasar yang sangat luas dan sudah dikenal dimana-mana. Chevron sendiri memulai operasional di Indonesia sejak tahun 1924 ketika Standard Oil Company of California (Socal), kini Chevron, mengirimkan ekspedisi geologi ke Pulau Sumatera. Ini merupakan sebuah langkah yang besar bagi chevron dalam melakukan pengembangan perusahaan tersebut.
                Kini Chevron menjadi perusahaan tambang minyak dan panas bumi yang besar di Indonesia dengan nama PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), dengan latar belakang Chevron tersebut, saya sangat ingin bergabung dengan perusahaan tersebut dan bekerja disana. Melihat dari perkembangan perusahaan yang sangat baik , dan kestabilan perusahaan tersebut (berdiri sejak tahun 1879 – sampai sekarang) merupakan sebuah pencampaian yang sangat spektakuler karena tidak banyak perusahaan yang dapat berdiri selama itu dan mendunia seperti chevron. Hal tersebut juga membuktikan bahwa chevron memiliki manajemen yang baik dari segala lini perusahaannya, baik itu di bagian kantor hingga bagian lapangan. Selain melakukan pertambangan di negeri orang lain, chevron pun ikut dalam menyejahterakan Indonesia dengan memberikan kepercayaan bagi warga Indonesia yang ingin bekerja disana, dan membuka seluas – luasnya kesempatan bagi warga Negara Indonesia untuk bekerja disana. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 6,400 karyawan handal dan lebih dari 30,000 karyawan mitra yang bekerja disana, lebih dari 97  persennya adalah warga Negara Indonesia. Hal ini juga yang mendorong saya untuk ikut bergabung di perusahaan tersebut, sehingga saya juga dapat membantu Chevron dalam mengembangkan Indonesia dan lebih menyejahterakan bangsa. Alasan lain yang mendorong saya untuk kerja di Chevron adalah tingginya tigkat kesadaran perusahaan tersebut akan lingkungan sekitarnya, dengan menerapkan metode Bioremediasi dalam pengolahan limbahnya. Bio remediasi sendiri adalah metode yang terbukti aman serta efektif untuk mengelola tanah yang terpapar minyak mentah dan minyak lainnya dari sisa pengolahan industri menggunakan mikro organisme. Melalui siklus selama tiga hingga enam bulan, kandungan minyak secara perlahan dikonsumsi oleh mikroba dan mengubahnya menadi air dan gas yang tidak berbahaya. Proses ini mengembalikan kandungan tanah secara alami. Dengan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, Chevron dapat menerapkan bioremediasi ini dengan sangat baik sehingga mereka dapat memenuhi target produksi minyak dengan bertanggung jawab tanpa melakukan perusakan lingkungan. Sejak tahun 2003, menggunakan teknologi bioremediasi, kami telah sukses meremediasi lebih dari setengah juta meter kubik tanah, setara dengan besaran 200 kolam renang ukuran Olimpiade. Enam puluh hektar tanah yang telah dibersihkan telah digunakan untuk penghijauan kembali di Provinsi Riau, luas yang setara dengan 75 lapangan bola. Pada tahun 2011, operasi CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) menerima peringkat “Biru” pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup, bentuk pengakuan atas kepatuhan perusahaan dengan standar manajemen lingkungan. Keberhasilan program bioremediasi turut berkontribusi dalam peraihan pengakuan ini.

                Hal lain yang mendorong saya adalah minat saya untuk bekerja di lapangan, karena menurut saya dengan bekerja di lapangan akan menemukan bayak tantangan dan pengalaman yang tidak akan ditemui jika hanya bekerja di belakang meja, apalagi dengan banyaknya tambang minyak di Indonesia ini yang dikelola oleh Chevron dan tersebar dimana – mana akan memberikan saya tantangan dan pengalam yang lebih dalam pekerjaan saya. Dengan program investasi pada manusia yang dijalankan oleh Chevron  juga akan meningkatkan keahlian karyawannya, antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan maupun pendidikan lebih lanjut sehingga selain bekerja saya juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik.

Jumat, 20 April 2012

Manusia dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata dasar derita, yang berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.  Derita adalah keadaan atau sesuatu yang dapat menyusahkan hidup; kesengsaraan. Penderitaan dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk dalam realitas manusia dan dunia. Tingkat penderitaan pada manusia umumnya berbeda-beda, ada yang berat dan ada juga yang tingkatnya ringan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan oleh orang lain. Penderitaan dapat pula membuat seseorang menjadi lebih kuat dalam menghadapi sesuatu yang menimpa hidupnya atau sebagai titik awal seseorang untuk mencapai kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidupnya.
Semua orang pasti akan mengalami suatu penderitaan. Hal tersebut sudah menjadi resiko bagi setiap manusia. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia, pasti akan menghasilkan resiko. Resiko tersebut mempunyai bentuk yang berbeda-beda salah satunya yakni penderitaan. Tuhan selalu memberikan kebahagiaan kepada umat-Nya. Tapi terlepas dari semua itu, Tuhan juga memberikan cobaan bagi umat-Nya, bisa juga dalam bentuk penderitaan atau kesedihan untuk sesuatu yang bermakna yaitu untuk menyadarkan manusia atas perbuatan apa yang salah yang telah dilakukan olehnya. Bagi setiap umat yang kuat imannya, pasti akan mudah untuk bertobat kepada Tuhan jika diberikan penderitaan atau kesedihan karena perbuatannya yang salah dan akan bersikap pasrah akan nasib yang telah di tentukan Tuhan kepadanya. Kepasrahan karena ia yakin kekuasaan Tuhan jauh lebih besar daripada kekuatannya, akan membuat ia merasa dirinya kecil dan menerima takdir apapun yang akan diberikan Tuhan kepadanya. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya sehingga lambat laun akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhantidak memberikan cobaan yang lebih berat daripada yang dialaminya.
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan manusia. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana cara manusia menghadapi segala penderitaan? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentunya diatasi dengan tenaga medis untuk mengurangi atau menyembuhkan penderitaannya. Sedangkan penderitaan secara psikis, penyembuhan terletak pada diri manusia itu sendiri yang mengalami penderitaan tersebut. Para ahli hanya membantu saja. Kembali lagi bahwa penderitaan itu merupakan resiko bilamana seseorang mau hidup. Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi yang wajib diatasi dalam kehidupan manusia.
Siksaan dapat berupa siksaan badan dan jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa dan rohani. Siksaan yang dialami seseorang merupakan awal timbulnya suatu penderitaan.
Siksaan banyak dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari dan sering kita jumpai di media-media. Seperti media Koran, televisi, radio, dll. Sebagian besar siksaan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat adalah pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan sebagainya.
Siksaan yang bersifat psikis misalnya adalah kebimbangan. Kebimbangan terjadi pada seseorang yang tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil olehnya. Akibatnya seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa hidupnya tidak menentu saat itu dan merasa tersiksa. Bagi orang yang memiliki pemikiran yang terlalu ‘pendek’ akan sangat lama mengalami kebimbangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya, akan cepat mengambil keputusan, sehingga kebimbangan akan lebih mudah diatasi. Contoh siksaan psikis lainnya adalah kesepian. Sama seperti hal nya dengan kebimbangan, kesepian harus cepat diatasi. Jangan terus menerus mengalami penderitaan batin yang berkepanjangan. Sebagai homo socius, manusia perlu memiliki kawan dalam hidupnya untuk menghilangkan rasa kesepian. Tetapi pada dasarnya orang yang dapat menjadi ‘kawan duka’ adalah orang yang mampu mengerti, peduli dengan apa yang dialami oleh sahabatnya itu. Selain dengan cara mencari kawan, rasa kesepian dapat dihilangkan dengan cara mencari kesibukkan yang dapat melupakan rasa kesepian di dalam diri manusia tersebut. Contoh lainnya adalah ketakukan, merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperici sebagai berikut: 1.) penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. Ini dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir. Kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya. 2.) penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan. Kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Orang yang mengalami penderitaan pasti akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif dan sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunduh diri dan lain-lain. Sedangkan sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukanlah merupakan suatu penderitaan, melainkan perjuangan untuk membebaskan diri dari segala penderitaan dan penderitaan hanyalah bagian dari suatu kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras.


Sumber : Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Manusia dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan dan petunjuk hidup di masa depan. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus-menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan atau petunjuk yang sisebut pandangan hidup.
Terdapat beberapa macam pandangan hidup berdasarkan asalnya, yakni : 1.) pandangan hidup yang berasal dari agam yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. 2.) pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut. 3.) pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut dengan cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh dimasa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi. Dengan kata lain, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Untuk dapat menggapai segala cita-cita, salah satunya kita harus tahu bagaimana caranya agar kita dapat menggapai segala cita-cita kita. Terdapat formula sukses yang dapat kita jadikan pedoman untuk menggapai cita-cita kita. Pertama kita harus mengubah Belief System (Keyakinan dan Goal) kita. Kedua kita harus mengubah cara berpikir kita dan emosi kita. Ketiga, mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita. Keempat, kita harus mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita. Dari semua itu kita akan mendapatkan hasil yang menjadi keyakinan dan goal kita dari awal. Itu merupakan salah satu cara kita untuk menggapai cita-cita kita. Daritadi saya menyebutkan kata “goal”, apa itu goal? Goal adalah gambaran imajinasi yang betul-betul kita inginkan dimasa depan kita. Mengapa kita harus mempunyai goal? Goal disini dapat diartikan juga sebagai mimpi (dream). Kita harus mempunyai goal karena segala sesuatu itu berasal dari impian. Apa yang menjadi karakteristik dari Goal? Goal itu harus besar, spesifik dan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mencapainya. Terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi semangat atau tekad kita untuk mencapai impian kita, yakni: physiology/gerakan, fokus/keyakinan, dan pilihan kata. Gerakan, “our Emotion is created by our Motion”. Fokus adalah kejadian yang kita bayangkan terus-menerus dengan mengubah keyakinan, bayangan, arti dan pertanyaan. Mengubah arti berarti apapun kejadian yang terjadi, sekalipun tidak baik, tapi harus membuat kita menjadi lebih baik. Apapun yang terjadi, baik/buruk, Tuhan menginginkan kita untuk menjadi lebih baik. Terdapat 3 pertanyaan yang membuat kita mempunyai kualitas hidup yang lebih baik dan lebih kuat. 1.) Apa yang saya syukuri dari kejadian ini? 2.) Saya harus belajar apa dari kejadian ini? 3.) Apa yang harus saya lakukan sehingga membuat saya: a.) merasa lebih baik? b.) menjadi lebih baik? c.) yang membuat banyak orang menjadi lebih baik? d.) yang direstui Tuhan sempurna apa adanya? Kunci dari kegagalan adalah Blame, Execusessssss, Justified. Kunci kesuksesan adalah orang gagal mencari alasan mengapa mereka akan gagal, orang sukses mencari alasan mengapa mereka harus sukses.

Sumber :
Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan berasal dari kata dasar indah yang berarti sangat bagus, elok, menyenangkan jika dipandang. Benda-benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Keindahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dimanapun, kapanpun dan siapapun dapat menikmati keindahan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hokum yang indah, sedangkan Arsitoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunanu dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah, tetapi bangsa Yunanu juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estesis yang disebut ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonida untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
Keindahan dalam arti estesis murni menyangkut pengalaman estesis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Dan ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam yang telah diciptakan oleh Tuhan. Itu berarti bahwa keindahan adalah ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan, tidak pula kurang. Bila ada seorang anak yang menangis kencang sekali berarti itu adalah sesuatu yang tidak indah.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosatan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati. Alasan atau motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan yaitu:
·    Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan, derajat wanita lebih rendah dari derajat laki-laki. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah. Yang tidak indah harus disingkirkan dan digantikan dengan yang indah. Yang indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia, misalnya wanita.
·    Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hokum agama dan moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak baik, yang tidak baik itu tidak indah. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes yang antara lain diungkapkan dalam karya seni.
·    Penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan adalah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
·    Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo Da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan Monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Sumber : Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Jumat, 23 Maret 2012

Manusia dan Keadilan

MANUSIA DAN KEADILAN

Menurut saya, pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan itu terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Kenyataan yang terjadi sekarang-sekarang ini, banyak dari kita yang hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban sehingga sikap dan tindakan kita tersebut mengarah pada tindakan pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula, banyak dari kita yang hanya menjalankan kewajiban dan lupa untuk menuntut hak kita, maka kita akan mudah untuk diperbudak dan diperas oleh orang lain.
Dalam ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan, “Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia”.
Untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni 1.) perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan. 2.) sikap adil terhadap sesame, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. 3.) sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan. 4.) sikap suka bekerja keras. 5.) sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas yang menuju terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan, yaitu : 1.) pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan. 2.) pemerataan memperoleh pendidikan pelayanan kesehatan. 3.) pemerataan pembagian pendapatan. 4.) pemerataan kesempatan kerja. 5.) pemerataan kesempatan berusaha. 6.) pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. 7.) pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air. 8.) pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.
Ada berbagai macam keadilan, salah satunya adalah keadilan legal atau keadilan moral. Plato berpendapat bahwa keadilan dan hokum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil, setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam Negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampri tugas dan urusan yang tidak cocol baginya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering sekali mendengar kalimat “Jujur dan Adil". Pengertian dari adil atau keadilan itu sendiri, sudah dijelaskan dan dipaparkan secara rinci diatas, tetapi sekarang yang menjadi pertanyaan, apa pengertian dari jujur? Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, arti kata jujur itu sendiri adalah dapat dipercaya; tidak berbohong; lurus hati; berkata apa adanya; tidak curang; tulus; ikhlas. Yang dimaksud dengan kejujuran adalah sifat jujur; keadaan jujur. Itu semua pengertian menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, tetapi secara umum, kejujuran itu sendiri adalah apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada adalah keadaan yang benar-benar terjadi, tidak di rekayasa. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hokum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatan dan kenyataan yang benar-benar tejadi pula. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah terlahir dalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongannya disaksikan orang lain. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedangkan keadilan menuntu kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagipula membuat luhurnya budi pekerti. Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikan kita, serta jangan pula berdusta, walaupun dusta kita dapat menguntungkan kita.

Sumber :

Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma