Kebutuhan Manusia Akan Uang
Kebutuhan
mansuia akan barang dan jasa sangat tak terbatas, kebutuhan-kebutuhan tersebut
bisa didapatkan dengan “membeli”-nya. Uang dibutuhkan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya.
Fungsi uang :
1.
Transaksi
Transaksi merupakan sebuah proses dalam
kegiatan ekonomi, transaksi bisa berupa pertukaran barang-barang, barang-uang,
jasa-jasa, jasa-uang. Dari jenis-jenis transaksi tersebut dapat dilihat bahwa
uang menjadi salah satu media dalam melakukan transaksi. Contohnya ketika kita
membeli makanan, maka ada proses transaksi antara makanan yang kita pilih
dengan uang yang kita miliki, begitu juga ketika kita menonton film di bioskop
kita melakukan transaksi berupa hiburan
menonton film(tiket) dengan uang yang kita miliki.
2.
Berjaga-jaga
Ketika semua kebutuhan yang diperlukan telah
terpenuhi, manusia memerlukan uang untuk berjaga-jaga. Kenapa uang dibutuhkan
untuk berjaga-jaga? Karena banyak
hal-hal diluar kendali manusia yang bisa datang kapan saja, contohnya saja
musibah penyakit. Dengan meyisihkan uang untuk berjaga-jaga maka ketika terkena
penyakit dapat menggunakan uang tersebut untuk berobat sehingga penyakit dapat
cepat sembuh. Bayangkan jika kita tidak memiliki uang untuk berjaga-jaga dan
kita tertimpa musibah?
3.
Investasi
Investasi sebagai sebuah keinginan adalah
paradigma orang-orang dahulu. Mungkin masih menjadi paradigma orang-orang
sekarang dan orang-orang kebanyakan. Yang dimaksud investasi sebagai sebuah
keinginan adalah ketika ada kelebihan uang.
ASURANSI
Asuransi secara umum dibagi
dalam 4 bagian:
1. Marketing
2. Underwriting
3. Actuary(aktuaria)
4. Klaim
(Claim)
Nomor 2-3 merupakan inti
bagaimana asuransi berjalan
Contoh kasus:
Ada sebuah perusahaan asuransi
bernama Z. Perusahaan asuransi Z tersebut memiliki nasabah yang mengclaim
asuransinya. Sebut saja A sebagai pemegang polis ingin mengajukan asuransi
jiwa. Dan jika terjadi sesutu kepadanya A ingin asuransi membayar sejumlah 5
miliar kepada tertanggung yang dimilikinya, misalkan tertanggung itu adalah
seorang istri dan kedua anaknya
Pihak asuransi dapat menghitung berapa biaya yang harus dibayarkan, jika A
menginginan asuransi jiwa tersebut dengan menggunakan tabel mortalita yang merupakan
tabel probabilitas kematian. Tabel ini merupakan sejarah/historical 100
tahun untuk 1000 orang.
|
Usia
|
Kematian (gx)
|
Persen (Px)
|
Jumlah
|
|
0
|
0
|
100%
|
1000
|
|
1
|
10
|
0,1 %
|
990
|
|
2
|
50
|
0,5 %
|
940
|
|
….
|
….
|
….
|
….
|
|
40-50 tahun
|
480
|
48%
|
460
|
|
….
|
….
|
….
|
….
|
|
100 tahun
|
460
|
100%
|
0
|
Contoh tabel mortalita lainnya :
Dana yang
didapatkan oleh asuransi di catat oleh underwriting untuk dicek
hubungan antara client dengan perusahaan asuransi untuk kemudian diberikan kepada bagian actuary.
Pada bagian Actuary melakukan perhitungan untuk biaya premi yang sesuai dengan asuransi dengan menggunakan tabel mortalita yang dijelaskan sebelumnya diatas.
Kemudian pada bagian claim bertugas untuk memberikan dana kepada ahliwaris atau orang yang berhak menerimanya sesuai perjanjian dengan verifikasi dahulu sebelumnya dari underwiting dengan syarat kondisi polis sudah terpenuhi, misalkan kematian, kesehatan atau kerusakan.
hubungan antara client dengan perusahaan asuransi untuk kemudian diberikan kepada bagian actuary.
Pada bagian Actuary melakukan perhitungan untuk biaya premi yang sesuai dengan asuransi dengan menggunakan tabel mortalita yang dijelaskan sebelumnya diatas.
Kemudian pada bagian claim bertugas untuk memberikan dana kepada ahliwaris atau orang yang berhak menerimanya sesuai perjanjian dengan verifikasi dahulu sebelumnya dari underwiting dengan syarat kondisi polis sudah terpenuhi, misalkan kematian, kesehatan atau kerusakan.
Contoh kasus Asuransi:
Ada seseorang yang membutuhkan
uang dari bank, sebut saja Bank SITI. Orang tersebut membutuhkan uang sejumlah
Rp 100.000.000 (Seratus juta rupiah). Bisakah kamu membayangkan jika orang yang
meminjam uang tersebut tidak membayar dikarenakan kabur, meniggal, atau
alasan lainnya? Tentu saja pihak bank akan mengalami kerugian yang sangat
besarkan?
Oleh karena itu pihak bank
membutuhkan asuransi. Asuransi ini bekerja dengan cara pihak bank memberi uang
yang disebut Premi kepada perusahaan asuransi kita sebut saja PT. Z sejumlah Rp
1.000.000. Uang ini berguna sebagai asuransi jika pihak yang meminjam tidak
bisa mengembalikan uang Rp 100.000.000 tersebut, sehingga PT.Z yang bertanggung
jawab untuk membayar uang Rp. 100.000.000 tersebut kepada Bank SITI
Dikarenakan PT. Z tidak sanggup jika nasabah gagal mengembalikan uang
pinjamannya maka PT. Z memerlukan perusahaan lainnya untuk bekerjasama.
Sehingga PT. Z melakukan Reasuransi (mengasuransikan yang sudah
diasuransikan)kepada PT. K dengan memberinya Rp 800.000 dan membayar Rp
80.000.000 jika nasabah tidak membayar. Dikarenakan PT. K juga akan kesulitan
jika menangani sisanya maka PT. K melakukan Retrocessi (mengasuransikan
kembali) kepada perusahaan diluar negeri tepatnya di swiss yang dimisalkan PT. L.
perusahaan luar negeri ini menerima Rp 600.000 dan akan membayar Rp 60.000.000
jika nasabah tidak membayar. PT. L ini merupakan perusahaan asuransi yang
terakhir dan terbesar dalam siklus asuransi ini sehingga dia tidak bisa
mengasuransikan kembali uang yang ada. Kita sudah dapat membayangkan kan berapa
banyak dana yang akan dikumpulkan PT. L jika setiap bank dan perusahaan
asuransi di seluruh dunia menaruh uangnya di PT. L? yang pasti sangat banyak
sekali. Lalu apa yang harus dilakukan agar mendapat keuntungan?
PT.L bisa saja menaruh uang di bank untuk kemudian mendapatkan bunga dari bank
tersebut. Keuntungan yang didapat mungkin besar, tapi kapan keuntungan itu bisa
langsung di ambil? Tahun depan? Sungguh lama jika mengandalkan bunga dari bank.
Maka cara yang tercepat untuk PT. L mengumpulan dana, yaitu menanamkan uang
yang berjumlah sangat besar yang dimiliki kedalam Pasar modal.
Pasar modal ini merupakan tempat
dimana orang yang memiliki uang dapat menanamkan modalnya kepada perusahaan yang
membutuhkan modal tersebut untuk kepentingannya dengan imbalan tertentu sesuai
perjanjian. Dalam pasar modal ini pemilik modal dapat menginevstasikan uangnya
dengan membeli saham perusahaan yang membutuhkan dana kemudian pemilik saham
bisa mendapatkan keuntungan dari Deviden (Pembagian keuntungan), atau dengan
cara obligasi (surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat
diperjualbelikan).
Dalam obligasi terdapat uang
pertanggungan (UP), contohnya jika ada perusahaan yang meminjam sejumlah
9.000.000 dalam waktu tiga bulan dan perjanjiannya akan dikembalikan sejumlah
10.000.000, dan selisih ini disebut diskonto (sejumlah 10%).
Dalam saham, perusahaan dapat
menjual saham untuk mendapat keuntungan. Misalnya: pada jam 1 membeli saham
seharga 10.000/lot(500 lembar saham) dan ternyata pada jam 3 harga saham
tersebut naik menjadi 12.000/lot. Jika saham tersebut langsung dijual, maka
keuntungan penjualan tersebut sebesar 2.000 disebut capital gain. Dan penjualan
secara cepat tersebut disebut short selling.
Kembali kepada kasus PT.L , jadi
telah kita ketahui bahwa cara cepat untuk mendapatkan keuntungan adalah masuk
kedalam pasar modal. Namun karena PT.L adalah perusahaan dari luar negeri dan
sedangkan pasar modal indonesia merupakan pasar modal yang sangat besar untuk
mendapatkan keuntungan, perusahaan tersebut tidak bisa masuk kedalam pasar
modal yang ada di Indonesia. Sehingga PT.L membuat perusahaan di indonesia
kemudian perusahaan-perusahaan tersebut digunakan PT.L untuk masuk dalam pasar
modal. Dan pasar modal ini dapat digunakan oleh pemilik maupun yang membutuhkan
dana, dan yang membutuhkan dana tersebut bisa orang yang meminjam Rp
100.000.000 yang diatas sudah dibahas. Sehingga ini merupakan perputaran uang
secara global.
email dosen :
prihantoro@staff.gunadarma.ac.id
prihantoro69@yahoo.com




Tidak ada komentar:
Posting Komentar