Senin, 28 April 2014

Review Pertemuan Pertama Sarmag Sistem Informasi 2011 - Sistem Informasi Asuransi & Keuangan (Dr. Prihantoro)

Kebutuhan Manusia Akan Uang




                Kebutuhan mansuia akan barang dan jasa sangat tak terbatas, kebutuhan-kebutuhan tersebut bisa didapatkan dengan “membeli”-nya. Uang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Fungsi uang :
1.       Transaksi
Transaksi merupakan sebuah proses dalam kegiatan ekonomi, transaksi bisa berupa pertukaran barang-barang, barang-uang, jasa-jasa, jasa-uang. Dari jenis-jenis transaksi tersebut dapat dilihat bahwa uang menjadi salah satu media dalam melakukan transaksi. Contohnya ketika kita membeli makanan, maka ada proses transaksi antara makanan yang kita pilih dengan uang yang kita miliki, begitu juga ketika kita menonton film di bioskop kita melakukan transaksi  berupa hiburan menonton film(tiket) dengan uang yang kita miliki.
2.       Berjaga-jaga
Ketika semua kebutuhan yang diperlukan telah terpenuhi, manusia memerlukan uang untuk berjaga-jaga. Kenapa uang dibutuhkan untuk  berjaga-jaga? Karena banyak hal-hal diluar kendali manusia yang bisa datang kapan saja, contohnya saja musibah penyakit. Dengan meyisihkan uang untuk berjaga-jaga maka ketika terkena penyakit dapat menggunakan uang tersebut untuk berobat sehingga penyakit dapat cepat sembuh. Bayangkan jika kita tidak memiliki uang untuk berjaga-jaga dan kita tertimpa musibah?
3.       Investasi
Investasi sebagai sebuah keinginan adalah paradigma orang-orang dahulu. Mungkin masih menjadi paradigma orang-orang sekarang dan orang-orang kebanyakan. Yang dimaksud investasi sebagai sebuah keinginan adalah ketika ada kelebihan uang.

ASURANSI

Asuransi secara umum dibagi dalam 4 bagian:
1.       Marketing
2.       Underwriting
3.       Actuary(aktuaria)
4.       Klaim (Claim)
Nomor 2-3 merupakan inti bagaimana asuransi berjalan
Contoh kasus:
Ada sebuah perusahaan asuransi bernama Z. Perusahaan asuransi Z tersebut memiliki nasabah  yang mengclaim asuransinya. Sebut saja A sebagai pemegang polis ingin mengajukan asuransi jiwa. Dan jika terjadi sesutu kepadanya A ingin asuransi membayar sejumlah 5 miliar kepada tertanggung yang dimilikinya, misalkan tertanggung itu adalah seorang istri dan kedua anaknya
                Pihak asuransi dapat menghitung berapa biaya yang harus dibayarkan, jika A menginginan asuransi jiwa tersebut dengan menggunakan tabel mortalita yang merupakan tabel probabilitas kematian. Tabel ini  merupakan sejarah/historical 100 tahun untuk 1000 orang.

Usia
Kematian (gx)
Persen (Px)
Jumlah
0
0
100%
1000
1
10
0,1 %
990
2
50
0,5 %
940
….
….
….
….
40-50 tahun
480
48%
460
….
….
….
….
100 tahun
460
100%
0

Dalam tabel ini kita dapat mengetahui berapa jumlah rata-rata orang yang meninggal setiap umurnya dan dapat diperhitungkan unutuk asuransi, dari tabel diatas dapat dihitung 480 orang yang meninggal di tahun ke 40-50. Sehingga 480 x UP(uang pertanggungan)=cadangan sovabilitas yang harus dimiliki perusahaan asuransi untuk berjaga-jaga.


Contoh tabel mortalita lainnya :

     Dana yang didapatkan oleh asuransi di catat oleh underwriting untuk dicek
hubungan antara client dengan perusahaan asuransi untuk kemudian diberikan kepada bagian actuary.
     Pada bagian Actuary melakukan perhitungan untuk biaya premi yang sesuai dengan asuransi dengan menggunakan tabel mortalita yang dijelaskan sebelumnya diatas.
     Kemudian pada bagian claim bertugas untuk memberikan dana kepada ahliwaris atau orang yang berhak menerimanya sesuai perjanjian dengan verifikasi dahulu sebelumnya dari underwiting dengan syarat kondisi polis sudah terpenuhi, misalkan kematian, kesehatan atau kerusakan.


Contoh kasus Asuransi:
Ada seseorang yang membutuhkan uang dari bank, sebut saja Bank SITI. Orang tersebut membutuhkan uang sejumlah Rp 100.000.000 (Seratus juta rupiah). Bisakah kamu membayangkan jika orang yang meminjam uang tersebut tidak membayar dikarenakan kabur, meniggal,  atau alasan lainnya? Tentu saja pihak bank akan mengalami kerugian yang sangat besarkan?
Oleh karena itu pihak bank membutuhkan asuransi. Asuransi ini bekerja dengan cara pihak bank memberi uang yang disebut Premi kepada perusahaan asuransi kita sebut saja PT. Z sejumlah Rp 1.000.000. Uang ini berguna sebagai asuransi jika pihak yang meminjam tidak bisa mengembalikan uang Rp 100.000.000 tersebut, sehingga PT.Z yang bertanggung jawab untuk membayar uang Rp. 100.000.000 tersebut kepada Bank SITI
                Dikarenakan PT. Z tidak sanggup jika nasabah gagal mengembalikan uang pinjamannya maka PT. Z memerlukan perusahaan lainnya untuk bekerjasama. Sehingga PT. Z melakukan Reasuransi (mengasuransikan yang sudah diasuransikan)kepada PT. K dengan memberinya Rp 800.000 dan membayar Rp 80.000.000 jika nasabah tidak membayar. Dikarenakan PT. K juga akan kesulitan jika menangani sisanya maka PT. K melakukan Retrocessi (mengasuransikan kembali) kepada perusahaan diluar negeri tepatnya di swiss yang dimisalkan PT. L. perusahaan luar negeri ini menerima Rp 600.000 dan akan membayar Rp 60.000.000 jika nasabah tidak membayar. PT. L ini merupakan perusahaan asuransi yang terakhir dan terbesar dalam siklus asuransi ini sehingga dia tidak bisa mengasuransikan kembali uang yang ada. Kita sudah dapat membayangkan kan berapa banyak dana yang akan dikumpulkan PT. L jika setiap bank dan perusahaan asuransi di seluruh dunia menaruh uangnya di PT. L? yang pasti sangat banyak sekali. Lalu apa yang harus dilakukan agar mendapat keuntungan?
                PT.L bisa saja menaruh uang di bank untuk kemudian mendapatkan bunga dari bank tersebut. Keuntungan yang didapat mungkin besar, tapi kapan keuntungan itu bisa langsung di ambil? Tahun depan? Sungguh lama jika mengandalkan bunga dari bank. Maka cara yang tercepat untuk PT. L mengumpulan dana, yaitu menanamkan uang yang berjumlah sangat besar yang dimiliki kedalam Pasar modal.
Pasar modal ini merupakan tempat dimana orang yang memiliki uang dapat menanamkan modalnya kepada perusahaan yang membutuhkan modal tersebut untuk kepentingannya dengan imbalan tertentu sesuai perjanjian. Dalam pasar modal ini pemilik modal dapat menginevstasikan uangnya dengan membeli saham perusahaan yang membutuhkan dana kemudian pemilik saham bisa mendapatkan keuntungan dari Deviden (Pembagian keuntungan), atau dengan cara obligasi (surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat diperjualbelikan).
Dalam obligasi terdapat uang pertanggungan (UP), contohnya jika ada perusahaan yang meminjam sejumlah 9.000.000 dalam waktu tiga bulan dan perjanjiannya akan dikembalikan sejumlah 10.000.000, dan selisih ini disebut diskonto (sejumlah 10%).
Dalam saham, perusahaan dapat menjual saham untuk mendapat keuntungan. Misalnya: pada jam 1 membeli saham seharga 10.000/lot(500 lembar saham) dan ternyata pada jam 3 harga saham tersebut naik menjadi 12.000/lot. Jika saham tersebut langsung dijual, maka keuntungan penjualan tersebut sebesar 2.000 disebut capital gain. Dan penjualan secara cepat tersebut disebut short selling.
Kembali kepada kasus PT.L , jadi telah kita ketahui bahwa cara cepat untuk mendapatkan keuntungan adalah masuk kedalam pasar modal. Namun karena PT.L adalah perusahaan dari luar negeri dan sedangkan pasar modal indonesia merupakan pasar modal yang sangat besar untuk mendapatkan keuntungan, perusahaan tersebut tidak bisa masuk kedalam pasar modal yang ada di Indonesia. Sehingga PT.L membuat perusahaan di indonesia kemudian perusahaan-perusahaan tersebut digunakan PT.L untuk masuk dalam pasar modal. Dan pasar modal ini dapat digunakan oleh pemilik maupun yang membutuhkan dana, dan yang membutuhkan dana tersebut bisa orang yang meminjam Rp 100.000.000 yang diatas sudah dibahas. Sehingga ini merupakan perputaran uang secara global.


email dosen :
prihantoro@staff.gunadarma.ac.id
prihantoro69@yahoo.com


Rabu, 10 Juli 2013

Visualisasi Informasi : Tingkat Potensi Hujan Indonesia

Visualisasi adalah teknik rekayasa dalam menampilkan suatu objek baik dalam bentuk gambar, animasi, maupun grafik. informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang dapat berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

visualisasi informasi adalah rekayasa gambar, animasi dan grafik untuk menampilkan satu atau kumpulan informasi sehingga pihak yang melihat akan mengetahui informasi yang ingin disampaikan tanpa harus mencari tahu lebih jauh.

3 pendekatan yang digunakan dalam visualisasi informasi :
1. Software Agents, merupakan sebuah permodelan dalam teknik komputasi untuk memproses dan memberikan hasil sesuai dengan keinginan user/pengguna.
2. Data Mining, suatu perangkat lunak yang digunakan dalam menganalisa basis data.
3. Information visualization, merupakan perangkat visual untuk membantu user dalam memeriksa data itu sendiri.


Information Visualization Techniques
1. Aggregation
- Menggabungkan beberapa elemen kecil sehingga menjadi satu unit yang besar dan disajikan sebagai satu kesatuan.
contoh : Menggabungkan antara elemen garis-garis lintang dan busur, peta Indonesia dan warna yang menggambarkan tingkat potensi hujan di Indonesia.

2. Overview & detail
- Menyediakan gambaran secara global dan detail kemampuan zoom.
Contoh : Menggambarkan secara keseluruhan gambaran potensi hujan di seluruh Indonesia. Namun, tidak ada fitur untuk meperbesar gambar. Sebaiknya ada fitur tersebut sehingga bisa mengetahui daerah mana saja yang memiliki potensi hujan.

3. Focus + Content
- Menyajikan detail dari satu atau lebih daerah dalam konteks yang lebih global
contoh : Hanya menampilkan secara keseluruhan wilayah Indonesia dan hanya menampilkan satu macam informasi yaitu tingkat potensi hujan.

4. Drill-down
- Memilih item individu atau sekumpulan item yang lebih kecil dari tampilan untuk menampilkan detail.
contoh : Tidak tersedia fitur ini. Sebaiknya ada fitur tersebut sehingga bisa mengetahui daerah mana saja yang memiliki potensi hujan.

5. Brushing
- Memilih / menunjuk nilai tertentu, kemudian melihat hasilnya di tempat lain pada layar.
contoh : tidak terdapat fitur ini. BMKG hanya menampilkan informasi secara menyeluruh.

referensi :
[1] http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Meteorologi/Citra_Satelit.bmkg
[2] http://dewiar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7388/Pertemuan-11.pdf

Jumat, 14 Juni 2013

Konflk Antara Manajemen Garuda dengan Pilot

Konflk Antara Manajemen Garuda dengan Pilot

                Buruknya manajemen sumber daya manusia menjadi awal dari munculnya  permasalahan didalam perusahaan penerbangan tersebut. Dilihat dari penyebabnya, ada dua hal yang menjadi dasar Asosiasi Pilot Garuda (APG) dalam melakukan aksinya tersebut antara lain, kebijakan ekspansi yang dilakukan manajeman Garuda dengan menambah jumlah pesawat (armada) yang tidak diimbangi oleh penerbang yang memadai, hal ini memberatkan para pilot karena jam terbang yang harus mereka jalankan semakin padat dimana peraturan penerbangan internasional menyebutkan bahwa kelebihan jadwal bisa berdampak pada keselamatan penumpang, yang kedua adalah adanya penambahan para penerbang dengan merekrut pilot dan first officer (FO) asing untuk mengimbangi jumlah armada yang baru saja ditambahkan.
                Kedua hal tersebut mendapatkan respons negatif dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan melakukan protes, protes tersebut dilakukan dengan aksi mogok kerja oleh sebagian  anggota APG. Mogok kerja tersebut mereka lakukan dengan harapan adanya respons dari tingkat manajemen Garuda, mereka ingin adanya pembicaraan lebih lanjut tentang waktu kerja mereka yang sangat padat dan perbedaan pendapatan antara pilot dan FO asing dengan pilot dan FO lokal yang menyebabkan kesenjangan yang timpang diantara mereka. Mereka menuntut adanya renumerasi dan kesetaraan antara pendapatan pilot dan FO asing dengan pilot dan FO lokal.
                Dengan adanya respons yang baik dari tingkat manajemen Garuda, aksi mogok kerja beberapa pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) dapat dihentikan. Pertemuan pihak manajemen Garuda dengan pihak APG mencapai kesepakatan, kesepakatan tersebut adalah adanya kesamaan atau mendekati antara gaji pilot lokal dengan gaji pilot asing.
                Dalam permasalahan yang dialami oleh Garuda di atas, dapat dilihat bahwa jenis konflik yang terjadi adalah konflik struktural (konflik hirarki atau konflik yang terjadi di berbagai tingkatan organisasi) karena pihak-pihak yang terlibat dari satu perusahaan yang sama dan berasal dari tingkatan yang berbeda dalam perusahaan Garuda, dimana yang terlibat adalah pilot (yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda) dengan pihak manajemen.
Sumber konflik (sources of conflict) di atas adalah :
  1. Perbedaan latar belakang sosial ekonomi (Socioeconomic background)(perbedaan gaji);
  2. perbedaan ras (race) (lokal dan Internasional);
  3. ketergantungan tugas (task interdependencies)(kebutuhan manajemen terhadap pilot) dan ;
  4. tidak sebandingnya sistem penghargaan (incompatible evaluation or reward system)(ketimpangan pendapatan antara pilot lokal dan asing)  

Konflik tersebut dapat terselesaikan dengan adanya respons dan maksud yang baik dari manajemen untuk bertemu dan memecahkan masalah bersama-sama dengan para pilot yang merasa keberatan, dengan pertemuan tersebut muncullah komunikasi antar tingkatan organisasi dan mencapai kesepakatan dengan berbagai pertimbangan dan kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak. 

Sabtu, 08 Juni 2013

Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats

Strengths
1.       Sudah berpengalaman dalam bidang pertambangan minyak
2.       Sudah memiliki cabang yang tersebar di seluruh dunia
3.       Memiliki banyak tenaga ahli
4.       Memiliki standar operasi yang memenuhi standar Internasional
5.       Kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan
6.       Memiliki pengolahan limbah yang sangat baik
7.       Program - program kerjasama dengan pemerintah setempat yang menguntungkan kedua belah pihak
8.       Memiliki tingkat manajerial yang baik
9.       Memiliki program-program untuk kesejahteraan karyawan

Weaknesses
1.       Memiliki image sebagai perusahaan asing menjadi kendala
2.       Memiliki standar karyawan yang tinggi sehingga cukup sulit untuk bergabung disana (syarat)

Oportunities
1.       Banyak perusahaan tambang minyak di berbagai Negara yang tidak memiliki pengalaman sebaik Chevron
2.       Masih banyak tersedia tambang-tambang minyak yang belum di eksplorasi
3.       Banyak perusahaan lokal yang membutuhkan bantuan Chevron untuk menggali tambang  minyak
4.       Banyak pencari kerja yang ingin bergabung karena reputasi baik yang dimiliki Chevron

Threats
1.       Memiliki saingan berat seperti shell
2.       Walaupun banyak yang belum di eksplor tetapi minyak bumi tetap terbatas
3.       Sulit mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan penambangan (syaratnya dipersulit)
4.       Karena minyak bumi terbatas maka sulit untuk mencapai kesepakatan dengan perusahaan lokal untuk bekerja sama

SO (Strengths-Opportunities)
-          Chevron sudah berpengalaman dalam bidang pertambangan minyak namun, masih banyak perusahaan lain di bidang pertambangan minyak dan panas bumi yang belum memiliki  pengalaman sebaik Chevron, masih kekurangan tenaga ahli dan kurangnya teknologi sehingga banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama dengan melakukan sistem bagi hasil.
-          Chevron memiliki banyak program-program yang bertujuan untuk kesejahteraan karyawan-karyawannya, karena itu sangat banyak yang ingin bergabung untuk menjadi karyawan di Chevron.

ST (Strengths-Threats)
-          Walaupun Chevron sulit mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan pertambangan namun, dengan sistem bagi hasil yang disepakati, kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan dan program-program untuk kesejahteraan karyawannya membuaty Chevron dapat menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah

WO (Weaknesses-Opportunities)
-          Chevron memiliki standar karyawan yang tinggi sehingga menyulitkan para pencari kerja yang ingin bergabung disana, namun hal ini tidak menyurutkan para pencari kerja untuk terus mencoba bergabung disana

WT (Weaknesses-Threats)
-          Chevron memiliki image sebagai perusahaan asing, hal ini menyulitkan Chevron untuk mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan penambangan

Kamis, 30 Mei 2013

Politik Indonesia

                Politik Menurut Ramlan Surbakti  (1999 : 1) bahwa definisi politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Dapat disimpulkan bahwa politik merupakan merupakan salah satu sarana interaksi atau komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga apapun program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah sesuai dengan keinginan-keinginan masyarakat dimana tujuan yang dicita-citakan dapat dicapai dengan baik. Pengertian komunikasi penulis sederhanakan secara umum sebagai “hubungan” atau kegiatan upaya interaksi manusia dengan lembaga dan dapat bersifat langsung atau tidak langsung (melalui perantara/media masa), bisa bersifat vertical dan horizontal. Hal itu didukung pula oleh pendapat Kosasih Djahiri (2003 : 31) bahwa komunikasi adalah : “Suatu proses (proses, reaksi atau interaksi) dan merupakan produk dari pada kemampuan manusia/lembaga pelaku yang bersangkutan”. Dengan kata lain komunikasi adalah jantung dari kehidupan manusia dan masyarakat serta merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dimiliki manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa proses dan kegiatan ini manusia/ kelompok yang bersangkutan akan diberi gelar oleh kelompok lainnya “apatis dan asosial”.

                Dilihat dari pengertian dan tujuan dari politik dan komunikasi di atas dapat dilihat bahwa politik merupakan sebuah sarana yang sangat baik bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya politik dan komunikasi yang baik antara rakyat dengan para penyelenggara Negara dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan juga  memiliki dampak positif yang luas dan dapat dirasa oleh rakyat. Namun, sejalan dengan perkembangannya, politik sudah tidak digunakan sebagaimana mestinya yaitu sebagai wadah untuk mendengarkan aspirasi rakyat, sekarang politik sudah tidak lagi berdasarkan hati nurani, melainkan dikendalikan oleh uang, politik sudah menjadi sarana bagi para pemegang kekuasaan dan pemangku kepentingan untuk memberikan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu tanpa memikirkan kerugiannya bagi rakyat secara menyeluruh. Dari sinilah saya memiliki pemikiran bahwa saya tidak akan terjun ke dunia politik. Pemikiran saya ini berdasarkan pada kenyataan yang ada sekarang dan juga pandangan saya terhadap manajemen di dalam dunia pemerintahan (politik) yang tidak baik, dimana pemerintah dan para penyelenggara lainnya ikut campur tangan dalam terbentuknya “politik tidak sehat” atau “politik hitam”. Menurut saya hal ini disebabkan karena budaya korupsi yang telah “menginfeksi” seluruh lini pemerintahan, sehingga tidak mudah bagi orang-orang yang ingin masuk dan mengubah semuanya. Penindakan yang tidak tegas juga terlihat dari pembiaran yang dilakukan oleh para aparat Negara yang seharusnya melakukan penegakkan keadilan dan hukum. Saya tidak ingin membuat diri saya menjadi salah satu penyebab keterpurukan bangsa dan penderitaan rakyat. Saya lebih memilih untuk mengabdi pada rakyat namun tidak dengan ikut di dalam “lingkaran setan” politik, karena menurut saya tidak akan mungkin kita bisa mengabdi kepada rakyat dan menjadi orang yang berguna jika kita masuk ke dalam lingkungan yang sudah memiliki budaya seperti diatas. Tetapi dengan keadaan seperti ini saya tetap berharap adanya perubahan besar dan kesadaran dari orang-orang yang berpolitik, sehingga Negara ini dapat berkembang dengan baik, dan tetap berpegang pada tujuan awal adanya system politik, yaitu menjadi wadah bagi aspirasi rakyat dan membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat tanpa adanya pengaruh dari pihak-pihak yang memliki kepentingan tertentu.

I, Robot (Ketika Teknologi "Menyerang" Manusia)


Pada tahun 2035, sebuah perusahaan bernama U.S.Robotics mengembangkan suatu teknologi terbaru berupa Robot yang dapat mematuhi perintah, membantu manusia di bidang rumah tangga, mapun bisnis dan juga bisa melindungi manusia dari kejahatan. Robot itu dinamakan Robot NS-4. Robot ini diciptakan dengan mengacu pada 3 Hukum yang dibuat oleh Dr. Lanning yaitu :


Law I   
            A ROBOT MAY NOT INJURE A HUMAN BEING OR, THROUGH INACTION, ALLOW A HUMAN BEING TO COME TO HARM.
Law II
            A ROBOT MUST OBEY ORDERS GIVEN IT BY HUMAN BEINGS EXCEPT WHERE SUCH ORDERS WOULD CONFLICT WITH THE FIRST LAW.
Law III
            A ROBOT MUST PROTECT ITS OWN EXISTENCE AS LONG AS SUCH PROTECTION DOES NOT CONFLICT WITH THE FIRST OR SECOND LAW.

            Di kala hampir semua manusia menggantungkan hidupnya kepada robot, ada seorang detektif bernama Spooner yang sangat membenci dan tidak percaya kepada robot, dia memiliki keyakinan bahwa pada suatu saat robot akan memberikan dampak yang tidak baik bagi manusia.  Karena kebenciannya dan prasangka buruknya terhadap robot kian tak terbukti itu dia mendapat teguran dan ejekan dari rekan serta atasannya di kepolisian California, namun semua itu tidak mematahkan anggapannya bahwa suatu saat robot akan membahayakan manusia.
            Sampai suatu ketika, sang detektif mendapatkan Dr.Lanning telah meninggal karena terjatuh dari ruang kerjanya dan menemukan sebuah pesan berupa hologram dari Dr.Lanning. Dia mencurigai bahwa Dr.Lanning meninggal bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh oleh sebuah robot bernama Sonny yang merupakan inovasi terbaru USR yaitu Robot NS-5. Dengan berjalannya waktu dia menemukan ada kejanggalan pada Sonny yang berbeda dengan ribuan robot NS-5 lainnya. Sonny dapat bermimpi, belajar, dan memiliki perasaan. Sampai suatu ketika semua robot NS-5 menghancurkan robot NS-4 dan melakukan Revolusi besar-besaran. Semua robot itu tidak lagi dapat dikendalikan oleh manusia karena mereka telah dikendalikan sepenuhnya oleh V.I.K.I (Virtual Interactive Kinetic Intellegence) yang melanggar semua aturan karena perkembangan pikirannya yang tidak lagi di awasi, sehingga menyimpang dari 3 hukum yang telah dibuat oleh Dr. Lanning. Saat itulah semuanya percaya pada semua kata-kata Detektif Spooner bahwa robot akan membahayakan manusia. Dengan bantuan Sonny dan Dr.Calvin (seorang ahli teknologi modern dan psikiater USR), akhirnya Detektif Spooner dapat menghancurkan V.I.K.I dan semua robot dapat dikendalikan kembali sesuai 3 Hukum Dr.Lanning.

            Dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, memungkinkan manusia menciptakan robot yang bisa mengerti bahasa manusia, mematuhi  perintah manusia dan semua robot hanya di kontrol dari jarak jauh menggunakan sebuah kecerdasan buatan yang disebut V.I.K.I (Virtual Interactive Kinetic Intellegence), pengendalian robot dengan menggunakan V.I.K.I merupakan sebuah pengembangan dari teknologi cloud computing dan ilmu kecerdasan buatan (artificial intelegence). Hal ini membuat Robot menjadi suatu kebutuhan bagi manusia karena bisa melakukan apapun yang diperintahkan manusia tanpa menolak selama tidak melanggar dari 3 hukum yang telah dibuat. Namun ini membuat manusia ingin melakukan segala hal dengan mudah dan sangat bergantung kepada teknologi yang berkembang dimasa itu. Saat hampir semua manusia bergantung pada teknologi, tanpa mereka sadari bahwa teknologi lah yang menguasai mereka dan dengan berjalannya waktu tujuan awal dari penciptaan Robot untuk membantu manusia ini memiliki efek yang berbanding terbalik dari tujuan utama diciptakannya robot-robot itu, robot menjadi ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri, karena suatu kecerdasan buatan yang dibiarkan berkembang dengan caranya sendiri tanpa diawasi sehingga menyimpang, karena sebuah kecerdasan buatan hanya melakukan apa yang telah dibenamkan kepada dirinya tanpa bisa mempertimbangkan efek-efek lainnya kepada manusia, “dia” (V.I.K.I) hanya melihat bahwa manusia membahayakan satu sama lain, sehingga harus ada manusia yang dikorbankan untuk menciptakan perdamaian, padahal anggapan untuk membunuh manusia sudah menyimpang dari 3 hukum yang seharusnya “dia” ikuti. Karena hal itu lah kita sebagai manusia dan sebagai pencipta teknologi tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada teknologi itu sendiri, kita harus tetap lebih mengandalkan kemampuan manusia, dan hanya menggunakan teknologi sebatas hanya untuk membantu tugas manusia, tidak membiarkan sebuah teknologi untuk berpikir dan berkembang sendiri, bahkan sampai menggantikan sosok manusia seutuhnya.            

Rabu, 29 Mei 2013

Chevron untuk Indonesia

Chevron untuk Indonesia

                Chevron adalah sebuah perusahaan tambang minyak dan panas bumi yang berpusat di California, Amerika Serikat dan berdiri pada tanggal 10 September 1879. Chevron merupakan perusahaan tambang minyak dan panas bumi yang besar dan sudah mendunia, dengan demikian chevron memiliki pasar yang sangat luas dan sudah dikenal dimana-mana. Chevron sendiri memulai operasional di Indonesia sejak tahun 1924 ketika Standard Oil Company of California (Socal), kini Chevron, mengirimkan ekspedisi geologi ke Pulau Sumatera. Ini merupakan sebuah langkah yang besar bagi chevron dalam melakukan pengembangan perusahaan tersebut.
                Kini Chevron menjadi perusahaan tambang minyak dan panas bumi yang besar di Indonesia dengan nama PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), dengan latar belakang Chevron tersebut, saya sangat ingin bergabung dengan perusahaan tersebut dan bekerja disana. Melihat dari perkembangan perusahaan yang sangat baik , dan kestabilan perusahaan tersebut (berdiri sejak tahun 1879 – sampai sekarang) merupakan sebuah pencampaian yang sangat spektakuler karena tidak banyak perusahaan yang dapat berdiri selama itu dan mendunia seperti chevron. Hal tersebut juga membuktikan bahwa chevron memiliki manajemen yang baik dari segala lini perusahaannya, baik itu di bagian kantor hingga bagian lapangan. Selain melakukan pertambangan di negeri orang lain, chevron pun ikut dalam menyejahterakan Indonesia dengan memberikan kepercayaan bagi warga Indonesia yang ingin bekerja disana, dan membuka seluas – luasnya kesempatan bagi warga Negara Indonesia untuk bekerja disana. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 6,400 karyawan handal dan lebih dari 30,000 karyawan mitra yang bekerja disana, lebih dari 97  persennya adalah warga Negara Indonesia. Hal ini juga yang mendorong saya untuk ikut bergabung di perusahaan tersebut, sehingga saya juga dapat membantu Chevron dalam mengembangkan Indonesia dan lebih menyejahterakan bangsa. Alasan lain yang mendorong saya untuk kerja di Chevron adalah tingginya tigkat kesadaran perusahaan tersebut akan lingkungan sekitarnya, dengan menerapkan metode Bioremediasi dalam pengolahan limbahnya. Bio remediasi sendiri adalah metode yang terbukti aman serta efektif untuk mengelola tanah yang terpapar minyak mentah dan minyak lainnya dari sisa pengolahan industri menggunakan mikro organisme. Melalui siklus selama tiga hingga enam bulan, kandungan minyak secara perlahan dikonsumsi oleh mikroba dan mengubahnya menadi air dan gas yang tidak berbahaya. Proses ini mengembalikan kandungan tanah secara alami. Dengan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, Chevron dapat menerapkan bioremediasi ini dengan sangat baik sehingga mereka dapat memenuhi target produksi minyak dengan bertanggung jawab tanpa melakukan perusakan lingkungan. Sejak tahun 2003, menggunakan teknologi bioremediasi, kami telah sukses meremediasi lebih dari setengah juta meter kubik tanah, setara dengan besaran 200 kolam renang ukuran Olimpiade. Enam puluh hektar tanah yang telah dibersihkan telah digunakan untuk penghijauan kembali di Provinsi Riau, luas yang setara dengan 75 lapangan bola. Pada tahun 2011, operasi CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) menerima peringkat “Biru” pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup, bentuk pengakuan atas kepatuhan perusahaan dengan standar manajemen lingkungan. Keberhasilan program bioremediasi turut berkontribusi dalam peraihan pengakuan ini.

                Hal lain yang mendorong saya adalah minat saya untuk bekerja di lapangan, karena menurut saya dengan bekerja di lapangan akan menemukan bayak tantangan dan pengalaman yang tidak akan ditemui jika hanya bekerja di belakang meja, apalagi dengan banyaknya tambang minyak di Indonesia ini yang dikelola oleh Chevron dan tersebar dimana – mana akan memberikan saya tantangan dan pengalam yang lebih dalam pekerjaan saya. Dengan program investasi pada manusia yang dijalankan oleh Chevron  juga akan meningkatkan keahlian karyawannya, antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan maupun pendidikan lebih lanjut sehingga selain bekerja saya juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik.