Jumat, 23 Maret 2012

Manusia dan Keadilan

MANUSIA DAN KEADILAN

Menurut saya, pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan itu terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Kenyataan yang terjadi sekarang-sekarang ini, banyak dari kita yang hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban sehingga sikap dan tindakan kita tersebut mengarah pada tindakan pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula, banyak dari kita yang hanya menjalankan kewajiban dan lupa untuk menuntut hak kita, maka kita akan mudah untuk diperbudak dan diperas oleh orang lain.
Dalam ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan, “Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia”.
Untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni 1.) perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan. 2.) sikap adil terhadap sesame, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. 3.) sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan. 4.) sikap suka bekerja keras. 5.) sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas yang menuju terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan, yaitu : 1.) pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan. 2.) pemerataan memperoleh pendidikan pelayanan kesehatan. 3.) pemerataan pembagian pendapatan. 4.) pemerataan kesempatan kerja. 5.) pemerataan kesempatan berusaha. 6.) pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. 7.) pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air. 8.) pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.
Ada berbagai macam keadilan, salah satunya adalah keadilan legal atau keadilan moral. Plato berpendapat bahwa keadilan dan hokum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil, setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam Negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampri tugas dan urusan yang tidak cocol baginya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering sekali mendengar kalimat “Jujur dan Adil". Pengertian dari adil atau keadilan itu sendiri, sudah dijelaskan dan dipaparkan secara rinci diatas, tetapi sekarang yang menjadi pertanyaan, apa pengertian dari jujur? Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, arti kata jujur itu sendiri adalah dapat dipercaya; tidak berbohong; lurus hati; berkata apa adanya; tidak curang; tulus; ikhlas. Yang dimaksud dengan kejujuran adalah sifat jujur; keadaan jujur. Itu semua pengertian menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, tetapi secara umum, kejujuran itu sendiri adalah apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada adalah keadaan yang benar-benar terjadi, tidak di rekayasa. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hokum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatan dan kenyataan yang benar-benar tejadi pula. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah terlahir dalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongannya disaksikan orang lain. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedangkan keadilan menuntu kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagipula membuat luhurnya budi pekerti. Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikan kita, serta jangan pula berdusta, walaupun dusta kita dapat menguntungkan kita.

Sumber :

Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Manusia dan Cinta Kasih

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Sebelumnya saya telah menjelaskan lebih mendalam mengenai siapa itu manusia. Beberapa penjelasan yang akan saya jelaskan pada bab ini, masih ada hubungannya dengan manusia. Tetapi saya tidak akan menjelaskan lagi apa itu manusia pada bab ini. Lebih tepatnya saya akan menjelaskan mengenai hubungan antara manusia dengan cinta kasih.
Diantara kita semua pasti sering mendengar istilah ‘cinta kasih’. Sering sekali kalimat tersebut kita jumpai. Apalagi dalam setiap agama sering mengajarkan kepada kita tentang perlunya cinta kasih dalam kehidupan bersama dengan sesama kita manusia. Saya pribadi menjadi lebih mengerti apa itu cinta kasih karena ajaran agama saya yaitu Katolik. Dalam agama Katolik, Tuhan saya Yesus Kristus sangat menekankan ajaran cinta kasih. Adanya kepedulian, kerendahan hati merupakan contoh dalam suatu cinta kasih.
Rasa cinta kasih bisa ditujukan kepada siapa saja yang menurut kita pantas untuk kita cintai dan juga kita kasihi. Misalnya, cinta kasih terhadap orang tua, saudara kandung, kakek, nenek, teman sekolah, tetangga, paman, bibi dan lain-lain. Banyak sekali yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kasih kita terhadap orang yang kita sayangi.
Cinta kasih juga dapat diartikan menjadi sebuah budaya. Mengapa cinta kasih menjadi suatu budaya? Coba kita bayangkan jika di dunia ini tidak ada cinta kasih, pasti dunia ini akan hancur. Tidak ada persaudaraan, tidak ada rasa untuk saling memberi antara satu dengan yang lainnya. Jadi bisa dikategorikan bahwa cinta kasih adalah suatu wujud budaya yang ada dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta kasih kita kepada orang-orang yang kita kasihi. Misal, terhadap Tuhan kita, kita rajin ke gereja setiap minggu untuk dapat bertemu, berdoa, memuji dan memuliakan nama-Nya. Itu merupakan wujud rasa cinta kasih kita terhadap Tuhan. Contoh lain, menunjukkan rasa cinta kasih kita terhadap orang tua, dengan membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah. Sebenarnya secara umum, orang tua kita akan bangga dan merasa bahwa kita sangat mencintainya jika kita dapat sekolah, kuliah dengan baik. Karena segala hasil jerih payah orang tua kita untuk menyekolahkan kita tidak terbuang sia-sia. Mereka akan merasa bangga, apalagi jika kita dapat memberikan prestasi yang sangat memuaskan dalam pendidikan kita. Contoh yang lain misalnya terhadap tetangga kita, bila kita memiliki rasa mengasihi terhadap tetangga kita, jika tetangga kita membutuhkan pertolongan dari kita, kita tidak segan-segan untuk membantu apapun sebisa kemampuan kita. Contoh cinta kasih terhadap teman-teman sekolah, kita tidak segan-segan untuk membantu teman kita yang kesulitan dalam menghadapi soal-soal pelajaran atau kita tidak segan-segan untuk meminjamkan bolpoint kepada teman kita yang tidak memiliki bolpoint. Masih banyak lagi contoh-contoh lain yang bisa kita terapkan dalam kehidupan masing-masing pribadi kita untuk menunjukkan rasa saling mengasihi dengan sesama.
Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yakni pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedangkan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsure yang ketiga ada;ah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang keempat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan keempat unsure tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta juga dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsure yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsure yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan –kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan saying dan sebagainya. Makan dan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, penjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lainnya. Unsure yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa saying, dan seterusnya.
Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa tidak semua unsure cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain daripada partnernya.
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih saying pada orang-orang, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan ibadah, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang lain dan dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadaminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka dalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntuk tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsure kasih sayang hilang, misalnya unsure tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaiman sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya.  Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbale balik antara orang tua dan anak.
Suatu kasus yang sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morfinis, keberandalan remaja, frustasi dan sebagainya, dimana semuanya dilatar belakangi kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
·    Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyal-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam bermasyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri dalam masyarakat.
·    Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendimakan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
·    Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu, orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
·    Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai dan saling membutuhkan.

Sumber :
Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Konsepsi IBD dalam Kesusatraan

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

IBD, mulanya dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris yang berarti the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang artinya manusia, budaya, manusiawi dan halus. Dengan mempelajari humanities manusia akan semakin berbudaya, bermanusiawi dan lebih halus.
Pada dasarnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebagainya. Pada pokoknya mempelajari manusia dan budaya.
Hamper di setiap masa, seni termasuk sastra memegang peranan penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukan formulasi nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat pada filsafat dan agama melainkan nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.
Hampir di setiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami diri sendiri, yang kemudian melhirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya mengatur hubungan antar sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Ilmu budaya dasar dapat dihubungkan dengan prosa. Istilah prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tersebut sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama, meliputi: dongeng-dongen, hikayat, sejarah, epos dan cerita pelipur lara. Prosa baru meliputi: cerita pendek, roman/novel, biografi, kisah dan autobiografi.

Sumber : Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Manusia dan Kebudayaan

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Kedua hal ini tidak pernah lepas dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum kita membahas hubungan antara manusia dengan kebudayaan, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu manusia dan apa itu kebudayaan. Sehingga kita semakin mengerti hubungan antara kedua hal tersebut. Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan kedua hal tersebut dan juga hubungan antara keduanya.
Apa itu manusia? Manusia yaitu “kita”. Mungkin secara pribadi masing-masing kita pasti mengerti apa itu manusia, kadang dari kebanyakan “kita” manusia sulit untuk mendefinisikan secara lebih rinci apa itu manusia. Saya sendiri pun sulit untuk mendefinisikannya. Menurut saya, manusia adalah makhluk yang satu-satunya bisa berfikir dan mempunyai pikiran dalam melakukan segala hal yang akan dilakukannya. Tidak ada manusia yang tidak bisa berpikir. Banyak pendapat-pendapat lain yang menerangkan apa itu manusia sebenarnya. Dalam beberapa ilmu, manusia mempunyai perbedaan definisi, seperti Ilmu Kimia, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang mempunyai jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Ilmu Fisika, manusia adalah kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi. Ilmu Biologi, manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia. Dalam Ilmu Ekonomi, manusia adalah makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan (homo economicus). Ilmu Sosiologi, manusia diartikan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Ilmu Politik, manusia adalah makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan. Sedangkan dalam Filsafat, manusia dipandang sebagai makhluk yang berbudaya dan sering disebut homo-humanus. Masih banyak lain sebagai nya ilmu yang mendefinisikan apa itu manusia.
Hakekatnya manusia itu merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh merupakan materi yang dapat dilihat, diraba, dirasakan, wujudnya konkret tetapi tidak abadi. Sedangkan jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba dan tidak dapat dirasakan, tetapi sifatnya abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya akan hancur tetapi jiwa nya tidak akan hancur, melainkan akan lepas dari tubuh dan akan kembali ke asalnya, yakni Tuhan. Dapat disimpulkan bahwa jiwa adalah roh yang ada dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. Hakekat yang kedua, manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling smpurna, jika dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Kesempurnaannya terletak pada adab dan budaya nya karena manusia dilengkapi penciptanya oleh akal dan perasaan. Dengan adanya akal, manusia mampu menciptakan pengetahuan dan juga teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, kebaikan keindahan ataupun sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia dapat menciptakan kesenian. Perasaan dalam diri manusia terdapat dua macam, yakni perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi merupakan rangsangan jasmani melalui panca indera. Sedangkan perasaan rohani merupakan perasaan luhur yang hanya terdapat dalam diri manusia, misalnya : 1) perasaan intelektual : perasaan yang bekaitan dengan pengetahuan. Manusia akan merasa puas dan senang jika ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya manusia tidak akan merasa puas dan senang jika ia tidak dapat mengetahui sesuatu. 2) perasaan etis : perasaan yang berkaitan dengan kebaikan. Manusia akan merasa senang apabila sesuatu itu baik dan akan merasa benci jika sesuatu itu jahat. 3) perasaan estesis : perasaan yang berkenaan dengan keindahan. Manusia akan merasa senang jika melihat atau mendengar sesuatu yang indah dan juga akan merasa kesal apabila tidak ada keindahan. 4) perasaan diri : perasaan yang berkaitan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Apabila manusia memiliki kelebihan pada dirinya, ia akan merasa sombong, angkuh dan merasa tinggi. Sebaliknya apabila ada kekurangan pada diri manusia, ia akan merasa rendah diri (minder). 5) perasaan sosial : perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau hidup bermasyarakat dan ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila orang berhasil, ia akan merasa senang tetapi apabila orang gagal, ia akan ikut merasa sedih. 6) perasaan religius : perasaan yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan. Manusia akan merasa tentram dan damai apabila tawakal kepada Tuhan yakni menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hakekat yang ketiga yaitu manusia merupakan makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patalogi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, psikologi sosial, kekerabatan, ekonomi, kesenian, perkakas, bahasa, dan sebagainya. Hakekat yag keempat, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Setelah kita mengetahui apa itu definisi manusia, saya akan mendefinisikan apa itu kebudayaan. Kebudayaan jika dikaji dari bahasa asal sansekerta, berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, budaya berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum, kebudayaan merupakan segala sesuatu yang dihasilkan akal atau budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya; atau dapat pula diartikan sebagai segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. Kebudayaan dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material, seperti peralatan-peralatan kerja dan teknologi, maupun non-material, seperti nilai kehidupan dan seni-seni tertentu.
Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut unsur. Yang dimaksud dengan unsure disini adalah apa sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan itu memiliki makna totalitas daripada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya.
Menurut C. Kluckhohn, didalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa terdapat tujuh unsur didalam kebudayaan universal, yakni yang pertama adalah sistem realigi (kepercayaan), merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, dan menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang disebut sebagai agama. Unsur yang kedua adalah sistem organisasi kemasyarakatan. Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa ia tidak dapat berdiri sendiri, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Unsur yang ketiga adalah sistem pengetahuan. Merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri ataupun dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih pengetahuan tersebut dapat dibukukan sehingga dapat dilakukan dari satu generasi ke generasi lainnya. Unsur yang keempat adalah sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi. Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat. Unsur yang kelima adalah sistem teknologi dan peralatan. Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Berawal dari pemikiran yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang. Unsur yang keenam adalah bahasa. Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada awalnya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan. Unsur yang terakhir adalah kesenian. Merupakan produk manusia dari homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.

Sumber : Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

ILMU BUDAYA DASAR

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai apa itu Ilmu Budaya Dasar, saya akan menjelaskan secara rinci apa arti dari ilmu, budaya dan dasar. Menurut Buku Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, ilmu adalah kepandaian tertentu atau pengetahuan tentang suatu bidang. Budaya adalah tradisi yang melekat pada manusia dan mengalami perkembangan. Dasar adalah pembawaan sejak lahir atau bawah.

Secara umum ilmu budaya dasar merupakan suatu ilmu pengetahuan umum dan pengertian dasar mengenai tradisi atau budaya yang melekat pada diri manusia dalam kehidupannya.
Pada dasaranya istilah Ilmu Budaya Dasar berasal dari The Humanities. Istilah Humanities tersebut berasal dari bahasa latin “humanus” yang berarti manusia, berbudaya dan halus. Diharapkan dengan mempelajari Humanities, seseorang bisa menjadi lebih sopan, manusiawi dan berbudaya. Bisa dikatakan Humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai manusia berbudaya. Supaya manusia bisa menjadi manusia yang berbudaya maka tidak boleh meninggalkan tanggung jawabnya itu sendiri sebagai manusia.

Sekarang-sekarang ini Ilmu Budaya Dasar sudah banyak yang dijadikan sebagai suatu mata kuliah. Mata kuliah ilmu budaya dasar itu sendiri yaitu merupakan pembicaraan tentang kebudayaan, nilai-nilai, dan juga masalah-masalah yang kerap terjadi dalam kehidupan manusia. Hal ini perlu, karena dirasa kurangnya atau minim nya sistem pendidikan, baik tingkat menengah, atas, maupun perguruan tinggi. Tidak dapat dipungkiri bahwa sistem pendidikan kita membuat manusia-manusia yang berpendidikan tidak mempunyai pandangan luas terhadap segala hal. Para lulusan perguruan lain cenderung hanya mempunyai satu bidang yang mereka geluti dan mengesampingkan bidang-bidang lain tetapi bukan berarti mereka harus ikut campur dengan bidang lain.
Dari sinilah diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar semua lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan mempunyai satu kesamaan bahan pembicaraan sehingga dapat membangun Negara kita dan dapat memperbaiki pendidikan di Negara kita.

Dengan mendapatkan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini diharapkan setiap mahasiswa dan mahasiswi dapat mempunyai latar belakang pengetahuan yang luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat untuk mendalami nya dan ikut serta dalam mengembangkan kebudayaannya secara kreatif.

Ada berbagai tujuan ilmu budaya dasar yang dapat diketahui. Kita dapat mengenal lebih dalam mengenai diri kita sendiri maupun diri orang lain yang pada awalnya kita hanya melihat orang lain dari sifat luarnya saja. Padahal jika kita telurusi bagaimana sifat seseorang, kita dapat mengetahui jauh lebih mendalam mengenai sifat asli yang melekat dari dalam dirinya, bukan hanya dari luar diri orang tersebut. Ilmu budaya dasar juga bertujuan untuk mampu berinteraksi dan bergaul dengan orang lain. Baik dalam lingkup keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain itu, juga agar dapat peka terhadap seluruh budaya-budaya yang dihasilkan atau diciptakan oleh manusia sehingga membuat kita dapat peduli terhadap masalah-masalah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari dan mampu untuk menyelesaikan setiap masalah yang terjadi dalam kehiduapan manusia itu sendiri. Ilmu budaya dasar itu sendiri mempunyai tujuan bagi kita, sebagai mahasiswa yaitu memberi kesempatan untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap masalah tersebut. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya juga merupakan salah satu tujuannya.

Berdasarkan atas tujuan yang telah dipaparkan diatas, terdapat dua masalah pokok yang dapat digunakan sebagai ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar, antara lain yaitu yang pertama adalah berbagai macam aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan permasalahan manusia dan budaya yang dapat didekati dengan pengetahuan budaya (The Humanities) baik dari segi masing-masing keahlian maupun gabungan dari berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. Yang kedua yaitu, hakikat manusia satu atau universal, akan tetapi manusia di dunia ini sangat beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Diharapkan manusia dapat menghadapi segala perbedaan atau banyak nya corak yang ada dalam setiap manusia, baik dari lingkungan alam, sosial maupun budaya.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan dalam Ilmu Budaya Dasar itu sendiri terdapat 8 pokok bahasan, yakni Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan serta manusia dan harapan. Ke delapan pokok bahasan yang terkandung dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai pokok-pokok bahaan tersebut dapat menghasilkan karya-karya yang dapat dikaitkan dalam berbagai bidang seperti, filsafat, seni tari, seni sastra, seni musik dan juga seni rupa. Sehingga dengan ada nya ilmu budaya dasar ini dapat digunakan dalam masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber :

Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma
http://indobudaya.blogspot.com/2007/11/ilmu-budaya-dasar.html
http://www.membuatblog.web.id/2010/02/ilmu-budaya-dasar.html

Rabu, 28 Desember 2011

Perkembangan Teknologi dan Dampaknya

Perkembangan Teknologi dan Dampaknya
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.

Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.

Teknologi merupakan perkembangan suatu media / alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah.

Berikut ini Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi dilihat dari berbagai bidang :

Bidang Informasi dan komunikasi

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dan kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:

Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet

Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone

Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah dan lain-lain.

Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi computer

tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:

Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris

Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.

Bidang Ekonomi dan Industri

Dalam bidang ekonomi teknologi informasi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi

Terjadinya industrialisasi

Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.

Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan

Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan.

Konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

Bidang Sosial

Dampak kemajuan teknologi sangat berdampak baik pada bidang sosial, yang mana bisa kita lihat:

Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.

Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.

Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.

Bidang Budaya

Pada bidang kebudayaan perkembangan teknologi sangat berdampak negatif, seperti

Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di \kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatankekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e -mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (wamet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program intemet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Bidang Pendidikan

Teknologi informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:

Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dan hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

Munculnya metode-metode pembelajaran yang barn, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode barn yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.

Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan

antara lain:

Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dan permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi hams berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.

Bidang politik

Bidang politik juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi, seperti:

Timbulnya kelas menengah bare Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah bare. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah bare ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.

Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.

Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru

Pelapisan Sosial di Bali

Pelapisan Sosial di Bali
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Pengertian
Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

Ukuran kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.
Tiga Sifat Stratifikasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran.
Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada mobilitas horisontal saja. Contoh:
- Sistem kasta.
Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.
- Rasialis.
Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.
- Feodal.
Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan.

b. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
- Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
- Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.
c.Stratifikasi Sosial Campuran
Stratifikasi sosial c a m p u r a n m e r u p a k a n kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

Sebenarnya penduduk (suku) Bali berdasarkan waktu kedatangan dan bermukim di Bali, itu dibagi menjadi tiga kelompok masyarakat. Pertama itu disebut dengan masyarakat Bali Mula, merupakan masyarakat yang memang mula-mula bermukim di Bali. Kedua, adalah masyarakat Bali Aga yang merupakan masyarakat imigran dari India yang masuk ke Indonesia termasuk ke pulau Bali dan yang terakhir adalah adalah Bali Arya adalah kelompok masyarakat Bali yang berasal dari kerajaan Majapahit ketika menguasai Bali sekitar abad XIV Masehi. Masing-masing kelompok masyarakat tersebut membawa berbagai pengaruh terhadap perkembangan kebudayaan Bali ketika mereka datang dan bermukim di pulau Bali.

Murid –murid Rsi Markandya yang dikenal dengan sebutan Wong Aga, ada yang menetap di desa-desa di pulau Bali yang dilalui oleh Rsi Markandya. Akhirnya terjadilah pembauran antara Wong Aga dengan orang –orang Bali Mula. Di tengah pembauran itu para Wong Aga melakukan berbagai penyebaran kebudayaan, seperti budaya bercocok tanam secara teratur dan penyebaran ajaran agama Hindu seperti apa yang diajarkan oleh Rsi Markandya kepada mereka. Akhirnya agama Hindu pun diterima dengan baik oleh orang –orang Bali Mula. Hasil pembauran antara orang Bali Mula dengan Wong Aga itu menghasilkan orang Bali “tipe baru” yang dikenal dengan orang Bali Aga. Jadi, kedatangan Wong Aga bersama Rsi Markandya ke Bali, membawa pengaruh besar terhadap sistem kepercayaan masyarakat Bali Mula, yaitu yang awalnya hanya mengenal animisme mulai mengenal sebuah agama yaitu agama Hindu. Selain itu, ada sumber yang mengatakan, masuknya Rsi Markandya dan Wong Aga yang notabene merupakan imigran dari India membawa pengaruh terhadap perubahan sistem pemerintahan pada masyarakat Bali Mula. Yaitu masyarakat Bali Mula mulai mengenal sistem pemerintahan kerajaan dengan raja sebagai pemimpinnya.

orang Bali Arya adalah orang yang datang ke Bali ketika, Bali dikuasai oleh kerajaan Majapahit pada tahun 1343 M. Tujuan dari kerajaan Majapahit menguasai Bali tiada lain adalah untuk menjalankan misi dari Patih kerajaan tersebut yaitu Gajah Mada yang bertekad mempersatukan nusantara di bawah naungan kerajaan Majapahit, yang sekarang misi Patih Gajah Mada ini dikenal dengan Sumpah Palapa. Penaklukan Bali oleh Majapahit ini, menimbulkan ketidakpuasan dari para raja-raja Bali Aga. Ketidakpuasan ini disebabkan karena sikap Majapahit yang angkuh dan sombong sebagai pemenang dan kurang bijaksana. Timbullah pemberontakan. Karena merasa tak mampu menandingi kekuatan Majapahit, para raja-raja Bali Aga beserta keturunannya mengungsi ke daerah-daerah pegunungan. Kemudian, setelah berhasil menguasai, Majapahit melakukan beberapa reformasi pada sistem kemasyarakatan Bali, salah satunya pada stratifikasi atau pelapisan sosial. Sebelum dikuasai oleh Majapahit, sistem pelapisan sosial pada masyarakat Bali Aga adalah berupa sistem warna, dimana penggolongan masyarakat didasarkan atas profesi yaitu Brahmana, Ksatriya, Weisya, Sudra dan budak. Namun, setelah dikuasai Majapahit, sistem warna itu diganti dengan sistem wangsa yaitu penggolongan berdasarkan keturunan. Pembedaan berdasarkan keturunan ini bertujuan agar dapat memperkokoh kekuasaan Majapahit di Bali. Hal ini diperkuat pula dengan peraturan undang-undang yang dibuat oleh Majapahit yang mengakibatkan kedudukan Majapahit semakin kuat dan pembatasan kebebasan interaksi antar golongan tersebut.

Beberapa perbedaan yang terdapat pada orang Bali Aga dan Bali Arya. Pertama, desa-desa Bali Aga dipimpin secara berkelompok, namun pada desa Bali Arya, pemerintahan dipimpin secara perorangan oleh kepala desa. Kedua, desa Bali Aga tidak mengenal sistem wangsa sedangkan desa Bali Arya mengenal sistem wangsa. Dari segi pengaruh Hindu Majapahit, pada masyarakat Bali Aga tidak terlalu kuat, namun pada masyarakat Bali Arya sangat kuat. Kemudian dari segi fisik, kulit orang –orang Bali Arya cenderung lebih gelap dibandingkan Bali Aga.