Visualisasi adalah teknik rekayasa dalam menampilkan suatu objek baik dalam bentuk gambar, animasi, maupun grafik. informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang dapat berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
visualisasi informasi adalah rekayasa gambar, animasi dan grafik untuk menampilkan satu atau kumpulan informasi sehingga pihak yang melihat akan mengetahui informasi yang ingin disampaikan tanpa harus mencari tahu lebih jauh.
3 pendekatan yang digunakan dalam visualisasi informasi :
1. Software Agents, merupakan sebuah permodelan dalam teknik komputasi untuk memproses dan memberikan hasil sesuai dengan keinginan user/pengguna.
2. Data Mining, suatu perangkat lunak yang digunakan dalam menganalisa basis data.
3. Information visualization, merupakan perangkat visual untuk membantu user dalam memeriksa data itu sendiri.
Information Visualization Techniques
1. Aggregation
- Menggabungkan beberapa elemen kecil sehingga menjadi satu unit yang besar dan disajikan sebagai satu kesatuan.
contoh : Menggabungkan antara elemen garis-garis lintang dan busur, peta Indonesia dan warna yang menggambarkan tingkat potensi hujan di Indonesia.
2. Overview & detail
- Menyediakan gambaran secara global dan detail kemampuan zoom.
Contoh : Menggambarkan secara keseluruhan gambaran potensi hujan di seluruh Indonesia. Namun, tidak ada fitur untuk meperbesar gambar. Sebaiknya ada fitur tersebut sehingga bisa mengetahui daerah mana saja yang memiliki potensi hujan.
3. Focus + Content
- Menyajikan detail dari satu atau lebih daerah dalam konteks yang lebih global
contoh : Hanya menampilkan secara keseluruhan wilayah Indonesia dan hanya menampilkan satu macam informasi yaitu tingkat potensi hujan.
4. Drill-down
- Memilih item individu atau sekumpulan item yang lebih kecil dari tampilan untuk menampilkan detail.
contoh : Tidak tersedia fitur ini. Sebaiknya ada fitur tersebut sehingga bisa mengetahui daerah mana saja yang memiliki potensi hujan.
5. Brushing
- Memilih / menunjuk nilai tertentu, kemudian melihat hasilnya di tempat lain pada layar.
contoh : tidak terdapat fitur ini. BMKG hanya menampilkan informasi secara menyeluruh.
referensi :
[1] http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Meteorologi/Citra_Satelit.bmkg
[2] http://dewiar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7388/Pertemuan-11.pdf
Rabu, 10 Juli 2013
Jumat, 14 Juni 2013
Konflk Antara Manajemen Garuda dengan Pilot
Konflk Antara
Manajemen Garuda dengan Pilot
Buruknya manajemen sumber daya
manusia menjadi awal dari munculnya permasalahan didalam perusahaan penerbangan
tersebut. Dilihat dari penyebabnya, ada dua hal yang menjadi dasar Asosiasi
Pilot Garuda (APG) dalam melakukan aksinya tersebut antara lain, kebijakan ekspansi
yang dilakukan manajeman Garuda dengan menambah jumlah pesawat (armada) yang
tidak diimbangi oleh penerbang yang memadai, hal ini memberatkan para pilot
karena jam terbang yang harus mereka jalankan semakin padat dimana peraturan
penerbangan internasional menyebutkan bahwa kelebihan jadwal bisa berdampak
pada keselamatan penumpang, yang kedua adalah adanya penambahan para penerbang
dengan merekrut pilot dan first officer
(FO) asing untuk mengimbangi jumlah armada yang baru saja ditambahkan.
Kedua hal tersebut mendapatkan
respons negatif dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan melakukan protes,
protes tersebut dilakukan dengan aksi mogok kerja oleh sebagian anggota APG. Mogok kerja tersebut mereka
lakukan dengan harapan adanya respons dari tingkat manajemen Garuda, mereka
ingin adanya pembicaraan lebih lanjut tentang waktu kerja mereka yang sangat
padat dan perbedaan pendapatan antara pilot dan FO asing dengan pilot dan FO lokal
yang menyebabkan kesenjangan yang timpang diantara mereka. Mereka menuntut
adanya renumerasi dan kesetaraan antara pendapatan pilot dan FO asing dengan pilot
dan FO lokal.
Dengan adanya respons yang baik
dari tingkat manajemen Garuda, aksi mogok kerja beberapa pilot yang tergabung
dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) dapat dihentikan. Pertemuan pihak manajemen Garuda
dengan pihak APG mencapai kesepakatan, kesepakatan tersebut adalah adanya
kesamaan atau mendekati antara gaji pilot lokal dengan gaji pilot asing.
Dalam permasalahan yang dialami
oleh Garuda di atas, dapat dilihat bahwa jenis konflik yang terjadi adalah
konflik struktural (konflik hirarki atau konflik yang terjadi di berbagai
tingkatan organisasi) karena pihak-pihak yang terlibat dari satu perusahaan
yang sama dan berasal dari tingkatan yang berbeda dalam perusahaan Garuda,
dimana yang terlibat adalah pilot (yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda)
dengan pihak manajemen.
Sumber konflik (sources
of conflict) di atas adalah :
- Perbedaan latar belakang sosial ekonomi (Socioeconomic background)(perbedaan gaji);
- perbedaan ras (race) (lokal
dan Internasional);
- ketergantungan tugas (task interdependencies)(kebutuhan
manajemen terhadap pilot) dan ;
- tidak sebandingnya sistem penghargaan (incompatible evaluation or reward system)(ketimpangan
pendapatan antara pilot lokal dan asing)
Konflik tersebut dapat terselesaikan dengan adanya respons dan maksud
yang baik dari manajemen untuk bertemu dan memecahkan masalah bersama-sama
dengan para pilot yang merasa keberatan, dengan pertemuan tersebut muncullah
komunikasi antar tingkatan organisasi dan mencapai kesepakatan dengan berbagai
pertimbangan dan kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Sabtu, 08 Juni 2013
Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats
Strengths
1. Sudah berpengalaman dalam bidang pertambangan
minyak
2. Sudah memiliki cabang yang tersebar di seluruh
dunia
3. Memiliki banyak tenaga ahli
4. Memiliki standar operasi yang memenuhi standar
Internasional
5. Kepedulian yang sangat tinggi terhadap
lingkungan
6. Memiliki pengolahan limbah yang sangat baik
7. Program - program kerjasama dengan pemerintah
setempat yang menguntungkan kedua belah pihak
8. Memiliki tingkat manajerial yang baik
9. Memiliki program-program untuk kesejahteraan
karyawan
Weaknesses
1. Memiliki image sebagai perusahaan asing menjadi
kendala
2. Memiliki standar karyawan yang tinggi sehingga
cukup sulit untuk bergabung disana (syarat)
Oportunities
1. Banyak perusahaan tambang minyak di berbagai
Negara yang tidak memiliki pengalaman sebaik Chevron
2. Masih banyak tersedia tambang-tambang minyak
yang belum di eksplorasi
3. Banyak perusahaan lokal yang membutuhkan
bantuan Chevron untuk menggali tambang
minyak
4. Banyak pencari kerja yang ingin bergabung
karena reputasi baik yang dimiliki Chevron
Threats
1. Memiliki saingan berat seperti shell
2. Walaupun banyak yang belum di eksplor tetapi
minyak bumi tetap terbatas
3. Sulit mendapatkan izin dari pemerintah untuk
melakukan penambangan (syaratnya dipersulit)
4. Karena minyak bumi terbatas maka sulit untuk
mencapai kesepakatan dengan perusahaan lokal untuk bekerja sama
SO (Strengths-Opportunities)
-
Chevron
sudah berpengalaman dalam bidang pertambangan minyak namun, masih banyak
perusahaan lain di bidang pertambangan minyak dan panas bumi yang belum
memiliki pengalaman sebaik Chevron,
masih kekurangan tenaga ahli dan kurangnya teknologi sehingga banyak perusahaan
yang menawarkan kerja sama dengan melakukan sistem bagi hasil.
-
Chevron
memiliki banyak program-program yang bertujuan untuk kesejahteraan
karyawan-karyawannya, karena itu sangat banyak yang ingin bergabung untuk
menjadi karyawan di Chevron.
ST (Strengths-Threats)
-
Walaupun
Chevron sulit mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan pertambangan
namun, dengan sistem bagi hasil yang disepakati, kepedulian yang sangat tinggi
terhadap lingkungan dan program-program untuk kesejahteraan karyawannya
membuaty Chevron dapat menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah
WO (Weaknesses-Opportunities)
-
Chevron
memiliki standar karyawan yang tinggi sehingga menyulitkan para pencari kerja
yang ingin bergabung disana, namun hal ini tidak menyurutkan para pencari kerja
untuk terus mencoba bergabung disana
WT (Weaknesses-Threats)
-
Chevron
memiliki image sebagai perusahaan asing, hal ini menyulitkan Chevron untuk
mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan penambangan
Kamis, 30 Mei 2013
Politik Indonesia
Politik
Menurut Ramlan Surbakti (1999 : 1) bahwa
definisi politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka
proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan
bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Dapat disimpulkan
bahwa politik merupakan merupakan salah satu sarana interaksi atau komunikasi
antara pemerintah dengan masyarakat sehingga apapun program yang akan
dilaksanakan oleh pemerintah sesuai dengan keinginan-keinginan masyarakat
dimana tujuan yang dicita-citakan dapat dicapai dengan baik. Pengertian
komunikasi penulis sederhanakan secara umum sebagai “hubungan” atau kegiatan
upaya interaksi manusia dengan lembaga dan dapat bersifat langsung atau tidak
langsung (melalui perantara/media masa), bisa bersifat vertical dan horizontal.
Hal itu didukung pula oleh pendapat Kosasih Djahiri (2003 : 31) bahwa
komunikasi adalah : “Suatu proses (proses, reaksi atau interaksi) dan merupakan
produk dari pada kemampuan manusia/lembaga pelaku yang bersangkutan”. Dengan
kata lain komunikasi adalah jantung dari kehidupan manusia dan masyarakat serta
merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dimiliki manusia dalam kehidupan
bermasyarakat. Tanpa proses dan kegiatan ini manusia/ kelompok yang bersangkutan
akan diberi gelar oleh kelompok lainnya “apatis dan asosial”.
Dilihat
dari pengertian dan tujuan dari politik dan komunikasi di atas dapat dilihat
bahwa politik merupakan sebuah sarana yang sangat baik bagi terciptanya
kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya politik dan komunikasi yang baik
antara rakyat dengan para penyelenggara Negara dapat menciptakan
kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan juga memiliki dampak positif yang luas dan dapat dirasa
oleh rakyat. Namun, sejalan dengan perkembangannya, politik sudah tidak
digunakan sebagaimana mestinya yaitu sebagai wadah untuk mendengarkan aspirasi
rakyat, sekarang politik sudah tidak lagi berdasarkan hati nurani, melainkan
dikendalikan oleh uang, politik sudah menjadi sarana bagi para pemegang
kekuasaan dan pemangku kepentingan untuk memberikan keuntungan bagi pihak-pihak
tertentu tanpa memikirkan kerugiannya bagi rakyat secara menyeluruh. Dari sinilah
saya memiliki pemikiran bahwa saya tidak akan terjun ke dunia politik. Pemikiran
saya ini berdasarkan pada kenyataan yang ada sekarang dan juga pandangan saya
terhadap manajemen di dalam dunia pemerintahan (politik) yang tidak baik,
dimana pemerintah dan para penyelenggara lainnya ikut campur tangan dalam
terbentuknya “politik tidak sehat” atau “politik hitam”. Menurut saya hal ini
disebabkan karena budaya korupsi yang telah “menginfeksi” seluruh lini
pemerintahan, sehingga tidak mudah bagi orang-orang yang ingin masuk dan
mengubah semuanya. Penindakan yang tidak tegas juga terlihat dari pembiaran
yang dilakukan oleh para aparat Negara yang seharusnya melakukan penegakkan
keadilan dan hukum. Saya tidak ingin membuat diri saya menjadi salah satu
penyebab keterpurukan bangsa dan penderitaan rakyat. Saya lebih memilih untuk
mengabdi pada rakyat namun tidak dengan ikut di dalam “lingkaran setan”
politik, karena menurut saya tidak akan mungkin kita bisa mengabdi kepada
rakyat dan menjadi orang yang berguna jika kita masuk ke dalam lingkungan yang
sudah memiliki budaya seperti diatas. Tetapi dengan keadaan seperti ini saya
tetap berharap adanya perubahan besar dan kesadaran dari orang-orang yang
berpolitik, sehingga Negara ini dapat berkembang dengan baik, dan tetap
berpegang pada tujuan awal adanya system politik, yaitu menjadi wadah bagi
aspirasi rakyat dan membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat
tanpa adanya pengaruh dari pihak-pihak yang memliki kepentingan tertentu.
I, Robot (Ketika Teknologi "Menyerang" Manusia)
Pada tahun 2035, sebuah perusahaan bernama U.S.Robotics mengembangkan suatu teknologi terbaru berupa Robot yang dapat mematuhi perintah, membantu manusia di bidang rumah tangga, mapun bisnis dan juga bisa melindungi manusia dari kejahatan. Robot itu dinamakan Robot NS-4. Robot ini diciptakan dengan mengacu pada 3 Hukum yang dibuat oleh Dr. Lanning yaitu :
Law I
A ROBOT MAY NOT INJURE A HUMAN BEING OR, THROUGH INACTION, ALLOW A HUMAN BEING TO COME TO HARM.
Law II
A ROBOT MUST OBEY ORDERS GIVEN IT BY HUMAN BEINGS EXCEPT WHERE SUCH ORDERS WOULD CONFLICT WITH THE FIRST LAW.
Law III
A ROBOT MUST PROTECT ITS OWN EXISTENCE AS LONG AS SUCH PROTECTION DOES NOT CONFLICT WITH THE FIRST OR SECOND LAW.
Di kala hampir semua manusia menggantungkan hidupnya kepada robot, ada seorang detektif bernama Spooner yang sangat membenci dan tidak percaya kepada robot, dia memiliki keyakinan bahwa pada suatu saat robot akan memberikan dampak yang tidak baik bagi manusia. Karena kebenciannya dan prasangka buruknya terhadap robot kian tak terbukti itu dia mendapat teguran dan ejekan dari rekan serta atasannya di kepolisian California, namun semua itu tidak mematahkan anggapannya bahwa suatu saat robot akan membahayakan manusia.
Sampai suatu ketika, sang detektif mendapatkan Dr.Lanning telah meninggal karena terjatuh dari ruang kerjanya dan menemukan sebuah pesan berupa hologram dari Dr.Lanning. Dia mencurigai bahwa Dr.Lanning meninggal bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh oleh sebuah robot bernama Sonny yang merupakan inovasi terbaru USR yaitu Robot NS-5. Dengan berjalannya waktu dia menemukan ada kejanggalan pada Sonny yang berbeda dengan ribuan robot NS-5 lainnya. Sonny dapat bermimpi, belajar, dan memiliki perasaan. Sampai suatu ketika semua robot NS-5 menghancurkan robot NS-4 dan melakukan Revolusi besar-besaran. Semua robot itu tidak lagi dapat dikendalikan oleh manusia karena mereka telah dikendalikan sepenuhnya oleh V.I.K.I (Virtual Interactive Kinetic Intellegence) yang melanggar semua aturan karena perkembangan pikirannya yang tidak lagi di awasi, sehingga menyimpang dari 3 hukum yang telah dibuat oleh Dr. Lanning. Saat itulah semuanya percaya pada semua kata-kata Detektif Spooner bahwa robot akan membahayakan manusia. Dengan bantuan Sonny dan Dr.Calvin (seorang ahli teknologi modern dan psikiater USR), akhirnya Detektif Spooner dapat menghancurkan V.I.K.I dan semua robot dapat dikendalikan kembali sesuai 3 Hukum Dr.Lanning.
Dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, memungkinkan manusia menciptakan robot yang bisa mengerti bahasa manusia, mematuhi perintah manusia dan semua robot hanya di kontrol dari jarak jauh menggunakan sebuah kecerdasan buatan yang disebut V.I.K.I (Virtual Interactive Kinetic Intellegence), pengendalian robot dengan menggunakan V.I.K.I merupakan sebuah pengembangan dari teknologi cloud computing dan ilmu kecerdasan buatan (artificial intelegence). Hal ini membuat Robot menjadi suatu kebutuhan bagi manusia karena bisa melakukan apapun yang diperintahkan manusia tanpa menolak selama tidak melanggar dari 3 hukum yang telah dibuat. Namun ini membuat manusia ingin melakukan segala hal dengan mudah dan sangat bergantung kepada teknologi yang berkembang dimasa itu. Saat hampir semua manusia bergantung pada teknologi, tanpa mereka sadari bahwa teknologi lah yang menguasai mereka dan dengan berjalannya waktu tujuan awal dari penciptaan Robot untuk membantu manusia ini memiliki efek yang berbanding terbalik dari tujuan utama diciptakannya robot-robot itu, robot menjadi ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri, karena suatu kecerdasan buatan yang dibiarkan berkembang dengan caranya sendiri tanpa diawasi sehingga menyimpang, karena sebuah kecerdasan buatan hanya melakukan apa yang telah dibenamkan kepada dirinya tanpa bisa mempertimbangkan efek-efek lainnya kepada manusia, “dia” (V.I.K.I) hanya melihat bahwa manusia membahayakan satu sama lain, sehingga harus ada manusia yang dikorbankan untuk menciptakan perdamaian, padahal anggapan untuk membunuh manusia sudah menyimpang dari 3 hukum yang seharusnya “dia” ikuti. Karena hal itu lah kita sebagai manusia dan sebagai pencipta teknologi tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada teknologi itu sendiri, kita harus tetap lebih mengandalkan kemampuan manusia, dan hanya menggunakan teknologi sebatas hanya untuk membantu tugas manusia, tidak membiarkan sebuah teknologi untuk berpikir dan berkembang sendiri, bahkan sampai menggantikan sosok manusia seutuhnya.
Rabu, 29 Mei 2013
Chevron untuk Indonesia
Chevron adalah sebuah perusahaan
tambang minyak dan panas bumi yang berpusat di California, Amerika Serikat dan berdiri
pada tanggal 10 September 1879. Chevron merupakan perusahaan tambang minyak dan
panas bumi yang besar dan sudah mendunia, dengan demikian chevron memiliki
pasar yang sangat luas dan sudah dikenal dimana-mana. Chevron sendiri memulai
operasional di Indonesia sejak tahun 1924 ketika Standard Oil Company of
California (Socal), kini Chevron, mengirimkan ekspedisi geologi ke Pulau
Sumatera. Ini merupakan sebuah langkah yang besar bagi chevron dalam melakukan
pengembangan perusahaan tersebut.
Kini Chevron menjadi perusahaan
tambang minyak dan panas bumi yang besar di Indonesia dengan nama PT Chevron
Pacific Indonesia (CPI), dengan latar belakang Chevron tersebut, saya sangat
ingin bergabung dengan perusahaan tersebut dan bekerja disana. Melihat dari
perkembangan perusahaan yang sangat baik , dan kestabilan perusahaan tersebut
(berdiri sejak tahun 1879 – sampai sekarang) merupakan sebuah pencampaian yang
sangat spektakuler karena tidak banyak perusahaan yang dapat berdiri selama itu
dan mendunia seperti chevron. Hal tersebut juga membuktikan bahwa chevron
memiliki manajemen yang baik dari segala lini perusahaannya, baik itu di bagian
kantor hingga bagian lapangan. Selain melakukan pertambangan di negeri orang
lain, chevron pun ikut dalam menyejahterakan Indonesia dengan memberikan
kepercayaan bagi warga Indonesia yang ingin bekerja disana, dan membuka seluas –
luasnya kesempatan bagi warga Negara Indonesia untuk bekerja disana. Hal ini
dibuktikan dengan lebih dari 6,400 karyawan handal dan lebih dari 30,000
karyawan mitra yang bekerja disana, lebih dari 97 persennya adalah warga Negara Indonesia. Hal ini
juga yang mendorong saya untuk ikut bergabung di perusahaan tersebut, sehingga
saya juga dapat membantu Chevron dalam mengembangkan Indonesia dan lebih
menyejahterakan bangsa. Alasan lain yang mendorong saya untuk kerja di Chevron
adalah tingginya tigkat kesadaran perusahaan tersebut akan lingkungan
sekitarnya, dengan menerapkan metode Bioremediasi dalam pengolahan limbahnya.
Bio remediasi sendiri adalah metode yang terbukti aman serta efektif untuk
mengelola tanah yang terpapar minyak mentah dan minyak lainnya dari sisa
pengolahan industri menggunakan mikro organisme. Melalui siklus selama tiga
hingga enam bulan, kandungan minyak secara perlahan dikonsumsi oleh mikroba dan
mengubahnya menadi air dan gas yang tidak berbahaya. Proses ini mengembalikan
kandungan tanah secara alami. Dengan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia,
Chevron dapat menerapkan bioremediasi ini dengan sangat baik sehingga mereka
dapat memenuhi target produksi minyak dengan bertanggung jawab tanpa melakukan
perusakan lingkungan. Sejak tahun 2003, menggunakan teknologi bioremediasi,
kami telah sukses meremediasi lebih dari setengah juta meter kubik tanah,
setara dengan besaran 200 kolam renang ukuran Olimpiade. Enam puluh hektar
tanah yang telah dibersihkan telah digunakan untuk penghijauan kembali di
Provinsi Riau, luas yang setara dengan 75 lapangan bola. Pada tahun 2011,
operasi CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) menerima peringkat “Biru” pada
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian
Lingkungan Hidup, bentuk pengakuan atas kepatuhan perusahaan dengan standar
manajemen lingkungan. Keberhasilan program bioremediasi turut berkontribusi
dalam peraihan pengakuan ini.
Hal lain yang mendorong saya
adalah minat saya untuk bekerja di lapangan, karena menurut saya dengan bekerja
di lapangan akan menemukan bayak tantangan dan pengalaman yang tidak akan
ditemui jika hanya bekerja di belakang meja, apalagi dengan banyaknya tambang
minyak di Indonesia ini yang dikelola oleh Chevron dan tersebar dimana – mana akan
memberikan saya tantangan dan pengalam yang lebih dalam pekerjaan saya. Dengan program
investasi pada manusia yang dijalankan oleh Chevron juga akan meningkatkan keahlian karyawannya,
antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan maupun pendidikan lebih
lanjut sehingga selain bekerja saya juga mendapatkan pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik.
Langganan:
Komentar (Atom)

