Konflk Antara
Manajemen Garuda dengan Pilot
Buruknya manajemen sumber daya
manusia menjadi awal dari munculnya permasalahan didalam perusahaan penerbangan
tersebut. Dilihat dari penyebabnya, ada dua hal yang menjadi dasar Asosiasi
Pilot Garuda (APG) dalam melakukan aksinya tersebut antara lain, kebijakan ekspansi
yang dilakukan manajeman Garuda dengan menambah jumlah pesawat (armada) yang
tidak diimbangi oleh penerbang yang memadai, hal ini memberatkan para pilot
karena jam terbang yang harus mereka jalankan semakin padat dimana peraturan
penerbangan internasional menyebutkan bahwa kelebihan jadwal bisa berdampak
pada keselamatan penumpang, yang kedua adalah adanya penambahan para penerbang
dengan merekrut pilot dan first officer
(FO) asing untuk mengimbangi jumlah armada yang baru saja ditambahkan.
Kedua hal tersebut mendapatkan
respons negatif dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan melakukan protes,
protes tersebut dilakukan dengan aksi mogok kerja oleh sebagian anggota APG. Mogok kerja tersebut mereka
lakukan dengan harapan adanya respons dari tingkat manajemen Garuda, mereka
ingin adanya pembicaraan lebih lanjut tentang waktu kerja mereka yang sangat
padat dan perbedaan pendapatan antara pilot dan FO asing dengan pilot dan FO lokal
yang menyebabkan kesenjangan yang timpang diantara mereka. Mereka menuntut
adanya renumerasi dan kesetaraan antara pendapatan pilot dan FO asing dengan pilot
dan FO lokal.
Dengan adanya respons yang baik
dari tingkat manajemen Garuda, aksi mogok kerja beberapa pilot yang tergabung
dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) dapat dihentikan. Pertemuan pihak manajemen Garuda
dengan pihak APG mencapai kesepakatan, kesepakatan tersebut adalah adanya
kesamaan atau mendekati antara gaji pilot lokal dengan gaji pilot asing.
Dalam permasalahan yang dialami
oleh Garuda di atas, dapat dilihat bahwa jenis konflik yang terjadi adalah
konflik struktural (konflik hirarki atau konflik yang terjadi di berbagai
tingkatan organisasi) karena pihak-pihak yang terlibat dari satu perusahaan
yang sama dan berasal dari tingkatan yang berbeda dalam perusahaan Garuda,
dimana yang terlibat adalah pilot (yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda)
dengan pihak manajemen.
Sumber konflik (sources
of conflict) di atas adalah :
- Perbedaan latar belakang sosial ekonomi (Socioeconomic background)(perbedaan gaji);
- perbedaan ras (race) (lokal
dan Internasional);
- ketergantungan tugas (task interdependencies)(kebutuhan
manajemen terhadap pilot) dan ;
- tidak sebandingnya sistem penghargaan (incompatible evaluation or reward system)(ketimpangan
pendapatan antara pilot lokal dan asing)
Konflik tersebut dapat terselesaikan dengan adanya respons dan maksud
yang baik dari manajemen untuk bertemu dan memecahkan masalah bersama-sama
dengan para pilot yang merasa keberatan, dengan pertemuan tersebut muncullah
komunikasi antar tingkatan organisasi dan mencapai kesepakatan dengan berbagai
pertimbangan dan kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak.