Jumat, 14 Juni 2013

Konflk Antara Manajemen Garuda dengan Pilot

Konflk Antara Manajemen Garuda dengan Pilot

                Buruknya manajemen sumber daya manusia menjadi awal dari munculnya  permasalahan didalam perusahaan penerbangan tersebut. Dilihat dari penyebabnya, ada dua hal yang menjadi dasar Asosiasi Pilot Garuda (APG) dalam melakukan aksinya tersebut antara lain, kebijakan ekspansi yang dilakukan manajeman Garuda dengan menambah jumlah pesawat (armada) yang tidak diimbangi oleh penerbang yang memadai, hal ini memberatkan para pilot karena jam terbang yang harus mereka jalankan semakin padat dimana peraturan penerbangan internasional menyebutkan bahwa kelebihan jadwal bisa berdampak pada keselamatan penumpang, yang kedua adalah adanya penambahan para penerbang dengan merekrut pilot dan first officer (FO) asing untuk mengimbangi jumlah armada yang baru saja ditambahkan.
                Kedua hal tersebut mendapatkan respons negatif dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan melakukan protes, protes tersebut dilakukan dengan aksi mogok kerja oleh sebagian  anggota APG. Mogok kerja tersebut mereka lakukan dengan harapan adanya respons dari tingkat manajemen Garuda, mereka ingin adanya pembicaraan lebih lanjut tentang waktu kerja mereka yang sangat padat dan perbedaan pendapatan antara pilot dan FO asing dengan pilot dan FO lokal yang menyebabkan kesenjangan yang timpang diantara mereka. Mereka menuntut adanya renumerasi dan kesetaraan antara pendapatan pilot dan FO asing dengan pilot dan FO lokal.
                Dengan adanya respons yang baik dari tingkat manajemen Garuda, aksi mogok kerja beberapa pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) dapat dihentikan. Pertemuan pihak manajemen Garuda dengan pihak APG mencapai kesepakatan, kesepakatan tersebut adalah adanya kesamaan atau mendekati antara gaji pilot lokal dengan gaji pilot asing.
                Dalam permasalahan yang dialami oleh Garuda di atas, dapat dilihat bahwa jenis konflik yang terjadi adalah konflik struktural (konflik hirarki atau konflik yang terjadi di berbagai tingkatan organisasi) karena pihak-pihak yang terlibat dari satu perusahaan yang sama dan berasal dari tingkatan yang berbeda dalam perusahaan Garuda, dimana yang terlibat adalah pilot (yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda) dengan pihak manajemen.
Sumber konflik (sources of conflict) di atas adalah :
  1. Perbedaan latar belakang sosial ekonomi (Socioeconomic background)(perbedaan gaji);
  2. perbedaan ras (race) (lokal dan Internasional);
  3. ketergantungan tugas (task interdependencies)(kebutuhan manajemen terhadap pilot) dan ;
  4. tidak sebandingnya sistem penghargaan (incompatible evaluation or reward system)(ketimpangan pendapatan antara pilot lokal dan asing)  

Konflik tersebut dapat terselesaikan dengan adanya respons dan maksud yang baik dari manajemen untuk bertemu dan memecahkan masalah bersama-sama dengan para pilot yang merasa keberatan, dengan pertemuan tersebut muncullah komunikasi antar tingkatan organisasi dan mencapai kesepakatan dengan berbagai pertimbangan dan kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak. 

Sabtu, 08 Juni 2013

Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats

Strengths
1.       Sudah berpengalaman dalam bidang pertambangan minyak
2.       Sudah memiliki cabang yang tersebar di seluruh dunia
3.       Memiliki banyak tenaga ahli
4.       Memiliki standar operasi yang memenuhi standar Internasional
5.       Kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan
6.       Memiliki pengolahan limbah yang sangat baik
7.       Program - program kerjasama dengan pemerintah setempat yang menguntungkan kedua belah pihak
8.       Memiliki tingkat manajerial yang baik
9.       Memiliki program-program untuk kesejahteraan karyawan

Weaknesses
1.       Memiliki image sebagai perusahaan asing menjadi kendala
2.       Memiliki standar karyawan yang tinggi sehingga cukup sulit untuk bergabung disana (syarat)

Oportunities
1.       Banyak perusahaan tambang minyak di berbagai Negara yang tidak memiliki pengalaman sebaik Chevron
2.       Masih banyak tersedia tambang-tambang minyak yang belum di eksplorasi
3.       Banyak perusahaan lokal yang membutuhkan bantuan Chevron untuk menggali tambang  minyak
4.       Banyak pencari kerja yang ingin bergabung karena reputasi baik yang dimiliki Chevron

Threats
1.       Memiliki saingan berat seperti shell
2.       Walaupun banyak yang belum di eksplor tetapi minyak bumi tetap terbatas
3.       Sulit mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan penambangan (syaratnya dipersulit)
4.       Karena minyak bumi terbatas maka sulit untuk mencapai kesepakatan dengan perusahaan lokal untuk bekerja sama

SO (Strengths-Opportunities)
-          Chevron sudah berpengalaman dalam bidang pertambangan minyak namun, masih banyak perusahaan lain di bidang pertambangan minyak dan panas bumi yang belum memiliki  pengalaman sebaik Chevron, masih kekurangan tenaga ahli dan kurangnya teknologi sehingga banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama dengan melakukan sistem bagi hasil.
-          Chevron memiliki banyak program-program yang bertujuan untuk kesejahteraan karyawan-karyawannya, karena itu sangat banyak yang ingin bergabung untuk menjadi karyawan di Chevron.

ST (Strengths-Threats)
-          Walaupun Chevron sulit mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan pertambangan namun, dengan sistem bagi hasil yang disepakati, kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan dan program-program untuk kesejahteraan karyawannya membuaty Chevron dapat menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah

WO (Weaknesses-Opportunities)
-          Chevron memiliki standar karyawan yang tinggi sehingga menyulitkan para pencari kerja yang ingin bergabung disana, namun hal ini tidak menyurutkan para pencari kerja untuk terus mencoba bergabung disana

WT (Weaknesses-Threats)
-          Chevron memiliki image sebagai perusahaan asing, hal ini menyulitkan Chevron untuk mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan penambangan