Jumat, 20 April 2012

Manusia dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata dasar derita, yang berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.  Derita adalah keadaan atau sesuatu yang dapat menyusahkan hidup; kesengsaraan. Penderitaan dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk dalam realitas manusia dan dunia. Tingkat penderitaan pada manusia umumnya berbeda-beda, ada yang berat dan ada juga yang tingkatnya ringan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan oleh orang lain. Penderitaan dapat pula membuat seseorang menjadi lebih kuat dalam menghadapi sesuatu yang menimpa hidupnya atau sebagai titik awal seseorang untuk mencapai kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidupnya.
Semua orang pasti akan mengalami suatu penderitaan. Hal tersebut sudah menjadi resiko bagi setiap manusia. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia, pasti akan menghasilkan resiko. Resiko tersebut mempunyai bentuk yang berbeda-beda salah satunya yakni penderitaan. Tuhan selalu memberikan kebahagiaan kepada umat-Nya. Tapi terlepas dari semua itu, Tuhan juga memberikan cobaan bagi umat-Nya, bisa juga dalam bentuk penderitaan atau kesedihan untuk sesuatu yang bermakna yaitu untuk menyadarkan manusia atas perbuatan apa yang salah yang telah dilakukan olehnya. Bagi setiap umat yang kuat imannya, pasti akan mudah untuk bertobat kepada Tuhan jika diberikan penderitaan atau kesedihan karena perbuatannya yang salah dan akan bersikap pasrah akan nasib yang telah di tentukan Tuhan kepadanya. Kepasrahan karena ia yakin kekuasaan Tuhan jauh lebih besar daripada kekuatannya, akan membuat ia merasa dirinya kecil dan menerima takdir apapun yang akan diberikan Tuhan kepadanya. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya sehingga lambat laun akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhantidak memberikan cobaan yang lebih berat daripada yang dialaminya.
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan manusia. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana cara manusia menghadapi segala penderitaan? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentunya diatasi dengan tenaga medis untuk mengurangi atau menyembuhkan penderitaannya. Sedangkan penderitaan secara psikis, penyembuhan terletak pada diri manusia itu sendiri yang mengalami penderitaan tersebut. Para ahli hanya membantu saja. Kembali lagi bahwa penderitaan itu merupakan resiko bilamana seseorang mau hidup. Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi yang wajib diatasi dalam kehidupan manusia.
Siksaan dapat berupa siksaan badan dan jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa dan rohani. Siksaan yang dialami seseorang merupakan awal timbulnya suatu penderitaan.
Siksaan banyak dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari dan sering kita jumpai di media-media. Seperti media Koran, televisi, radio, dll. Sebagian besar siksaan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat adalah pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan sebagainya.
Siksaan yang bersifat psikis misalnya adalah kebimbangan. Kebimbangan terjadi pada seseorang yang tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil olehnya. Akibatnya seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa hidupnya tidak menentu saat itu dan merasa tersiksa. Bagi orang yang memiliki pemikiran yang terlalu ‘pendek’ akan sangat lama mengalami kebimbangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya, akan cepat mengambil keputusan, sehingga kebimbangan akan lebih mudah diatasi. Contoh siksaan psikis lainnya adalah kesepian. Sama seperti hal nya dengan kebimbangan, kesepian harus cepat diatasi. Jangan terus menerus mengalami penderitaan batin yang berkepanjangan. Sebagai homo socius, manusia perlu memiliki kawan dalam hidupnya untuk menghilangkan rasa kesepian. Tetapi pada dasarnya orang yang dapat menjadi ‘kawan duka’ adalah orang yang mampu mengerti, peduli dengan apa yang dialami oleh sahabatnya itu. Selain dengan cara mencari kawan, rasa kesepian dapat dihilangkan dengan cara mencari kesibukkan yang dapat melupakan rasa kesepian di dalam diri manusia tersebut. Contoh lainnya adalah ketakukan, merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperici sebagai berikut: 1.) penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. Ini dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir. Kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya. 2.) penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan. Kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Orang yang mengalami penderitaan pasti akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif dan sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunduh diri dan lain-lain. Sedangkan sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukanlah merupakan suatu penderitaan, melainkan perjuangan untuk membebaskan diri dari segala penderitaan dan penderitaan hanyalah bagian dari suatu kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras.


Sumber : Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Manusia dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan dan petunjuk hidup di masa depan. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus-menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan atau petunjuk yang sisebut pandangan hidup.
Terdapat beberapa macam pandangan hidup berdasarkan asalnya, yakni : 1.) pandangan hidup yang berasal dari agam yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. 2.) pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut. 3.) pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut dengan cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh dimasa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi. Dengan kata lain, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Untuk dapat menggapai segala cita-cita, salah satunya kita harus tahu bagaimana caranya agar kita dapat menggapai segala cita-cita kita. Terdapat formula sukses yang dapat kita jadikan pedoman untuk menggapai cita-cita kita. Pertama kita harus mengubah Belief System (Keyakinan dan Goal) kita. Kedua kita harus mengubah cara berpikir kita dan emosi kita. Ketiga, mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita. Keempat, kita harus mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita. Dari semua itu kita akan mendapatkan hasil yang menjadi keyakinan dan goal kita dari awal. Itu merupakan salah satu cara kita untuk menggapai cita-cita kita. Daritadi saya menyebutkan kata “goal”, apa itu goal? Goal adalah gambaran imajinasi yang betul-betul kita inginkan dimasa depan kita. Mengapa kita harus mempunyai goal? Goal disini dapat diartikan juga sebagai mimpi (dream). Kita harus mempunyai goal karena segala sesuatu itu berasal dari impian. Apa yang menjadi karakteristik dari Goal? Goal itu harus besar, spesifik dan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mencapainya. Terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi semangat atau tekad kita untuk mencapai impian kita, yakni: physiology/gerakan, fokus/keyakinan, dan pilihan kata. Gerakan, “our Emotion is created by our Motion”. Fokus adalah kejadian yang kita bayangkan terus-menerus dengan mengubah keyakinan, bayangan, arti dan pertanyaan. Mengubah arti berarti apapun kejadian yang terjadi, sekalipun tidak baik, tapi harus membuat kita menjadi lebih baik. Apapun yang terjadi, baik/buruk, Tuhan menginginkan kita untuk menjadi lebih baik. Terdapat 3 pertanyaan yang membuat kita mempunyai kualitas hidup yang lebih baik dan lebih kuat. 1.) Apa yang saya syukuri dari kejadian ini? 2.) Saya harus belajar apa dari kejadian ini? 3.) Apa yang harus saya lakukan sehingga membuat saya: a.) merasa lebih baik? b.) menjadi lebih baik? c.) yang membuat banyak orang menjadi lebih baik? d.) yang direstui Tuhan sempurna apa adanya? Kunci dari kegagalan adalah Blame, Execusessssss, Justified. Kunci kesuksesan adalah orang gagal mencari alasan mengapa mereka akan gagal, orang sukses mencari alasan mengapa mereka harus sukses.

Sumber :
Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma

Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan berasal dari kata dasar indah yang berarti sangat bagus, elok, menyenangkan jika dipandang. Benda-benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Keindahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dimanapun, kapanpun dan siapapun dapat menikmati keindahan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hokum yang indah, sedangkan Arsitoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunanu dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah, tetapi bangsa Yunanu juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estesis yang disebut ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonida untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
Keindahan dalam arti estesis murni menyangkut pengalaman estesis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Dan ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam yang telah diciptakan oleh Tuhan. Itu berarti bahwa keindahan adalah ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan, tidak pula kurang. Bila ada seorang anak yang menangis kencang sekali berarti itu adalah sesuatu yang tidak indah.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosatan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati. Alasan atau motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan yaitu:
·    Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan, derajat wanita lebih rendah dari derajat laki-laki. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah. Yang tidak indah harus disingkirkan dan digantikan dengan yang indah. Yang indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia, misalnya wanita.
·    Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hokum agama dan moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak baik, yang tidak baik itu tidak indah. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes yang antara lain diungkapkan dalam karya seni.
·    Penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan adalah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
·    Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo Da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan Monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Sumber : Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma